Sunday, December 6, 2015

Cara Budidaya Tomat Yang Baik Dan Benar - tomat merupakan jenis tanaman yang mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi. Buah yang satu ini mengandung vitamin C ya baik untuk kesehatan. Buah ini enak untuk dimakan begitu saja maupun untuk campuran sayuran. untuk itu sebelum anda membudidayakan Tomat, anda perlu mengetahui terlebih dahulucara menanam tomat yang baik, agar nantinya menghasilkan produksi yang optimal. Selain berfungsi sebagai sayuran dan buah, tomat juga dimanfaatkan sebagai bahan dasar kosmetik serta obat-obatan.

TeknisBudidaya Tomat

Tanaman tomat dibedakan menjadi dua, yaitu determinate dan indeterminate. Tipe determinate memiliki postur tanaman yang pendek, tandan bunga terletak di setiap ruas batang serta di ujung tanaman. Sedangkan tipe indeterminate, postur tanaman yang tinggi, tandan bunga terletak berseling di antara 2-3 ruas, ujung tanaman tomat tumbuh pucuk muda. Tanaman tomat tipe indeterminate menghasilkan buah dengan ukuran yang besar.

SyaratTumbuh

Tanaman tomat membutuhkan curah hujan antara 100-220 mm/hujan dengan ketinggian tempat berkisar antara 100-1000 mdpl. Intensitas sinar matahari berkisar antara 10-12 jam per hari. Suhu optimal pertumbuhan tanaman tomat berkisar 25-30C, sedangkan proses pembungaan membutuhkan suhu malam hari 15-20C. Tanaman tomat sangat membutuhkan air karena 90% kandungan tomat terdiri dari air.
Agar diperoleh hasil yang optimal, lokasi penanaman tomat sebaiknya bukan di bekas lahan tanaman tomat atau tanaman lain yang masih sefamili.
Persiapan lahan untuk budidaya tomat meliputi:
? Pembajakan dan penggaruan tanah.
? Pembuatan bedengan kasar selebar 110-120 cm, tinggi 40-70 cm dan lebar parit 50-70 cm.
? Pemberian kapur pertanian sebanyak 200 kg/rol mulsa PHP (Plastik Hitam Perak) untuk tanah dengan pH di bawah 6,5.
? Pemberian pupuk kandang fermentasi sebanyak 40 ton/ha dan pupuk NPK 15-15-15 sebanyak 150 kg/rol mulsa PHP, kemudian dilakukan pengadukan/pencacakan bedengan agar pupuk yang sudah diberikan bercampur dengan tanah,
Persiapan selanjutnya adalah :
? Pemasangan mulsa PHP
Pembuatan lubang tanam dengan jarak tanam ideal untuk musim kemarau 60 cm x 60 cm sedangkan musim penghujan bisa diperlebar 70 cm x 70 cm,
? Pemasangan ajir.
Pemasangan ajir dianjurkan dengan sistem ajir tegak supaya kelembaban tanaman tomat terjaga, masing2 ajir dihubungkan gelagar. Agar serangkaian ajir tersebut menjadi kuat, ajir paling pinggir dan setiap 4 ajir dipasang ajir penguat membentuk sudut ? 45.

Pembibitan

Persiapan pembibitan budidaya tomat membutuhkan sungkup pembibitan untuk melindungi bibit muda. Kemudian menyediakan media semai dengan komposisi:
? 20 liter tanah
? 10 liter pupuk kandang.
? 150 g NPK halus.
Media campuran dimasukkan ke dalam polibag semai. Sebelum melakukan penyemaian benih ke media, sebaiknya benih direndam dalam larutan fungisida sistemik berbahan aktif simokanil atau metalaksil dengan dosis ? dosis terendah yang dianjurkan pada kemasan selama ? 6 jam. Untuk mempercepat perkecambahan benih, tutup permukaan media menggunakan mulsa PHP, agar bagian dalam media dalam keadaan lembab.
Pembukaan penutup permukaan media semai dilakukan apabila benih sudah berkecambah, baru kemudian benih disungkup menggunakan plastik transparan. Pembukaan sungkup dimulai jam 07.00-09.00, dibuka lagi jam 15.00-17.00.Setelah benih berumur 5 hari menjelang tanam, buka sungkup secara penuh, ini berfungsi untuk penguatan tanaman. Lakukan penyemprotan fungisida berbahan aktif simoksanil dan insektisida berbahan aktif imidakloprid pada saat berumur 10 hari setelah semai dengan dosis ? dosis terendah.


Penyulaman

Penyulaman budidaya tomat dapat dilakukan sampai umur tanaman tomat 2 minggu. Tanaman tomat yang sudah terlalu tua apabila masih terus disulam mengakibatkan pertumbuhan tidak seragam dan dapat erpengaruh terhadap pengendalian hama penyakit.

Perempelan

Perempelan tunas samping tanaman tomat dilakukan sampai pembentukan cabang, ini dilakukan pada semua tunas yang keluar di ketiak daun, baik di bawah cabang utama maupun di bawah cabang-cabang produktif. Perempelan tunas di bawah cabang utama bertujuan memacu pertumbuhan vegetatif tanaman agar tanaman tomat tumbuh kekar, sedangkan perempelan tunas di bawah cabang-cabang produktif bertujuan untuk mengoptimalkan produksi.

Pemeliharaan

Sanitasi lahan pada budidaya tomat meliputi :
? Pengendalian gulma/rumput
? Pengendalian air saat musim hujan sehingga tidak muncul genangan.
? Pemangkasan daun serta pencabutan tanaman tomat terserang hama penyakit.

PANEN dan PASCA PANEN


Panen pada umur 90-100 HST dengan ciri; kulit buah berubah dari warna hijau menjadi kekuning-kuningan, bagian tepi daun tua mengering, batang menguning, pada pagi atau sore hari disaat cuaca cerah. Buah dipuntir hingga tangkai buah terputus. Pemuntiran buah dilakukan satu-persatu dan dipilih buah yang siap petik. Masukkan keranjang dan letakkan di tempat yang teduh Interval pemetikan 2-3 hari sekali. Supaya tahan lama, tidak cepat busuk dan tidak mudah memar, buah tomat yang akan dikonsumsi segar dipanen setengah matang Wadah yang baik untuk pengangkutan adalah peti-peti kayu dengan papan bercelah dan jangan dibanting. Waspadai penyakit busuk buah Antraknose, kumpulkan dan musnahkan Buah tomat yang telah dipetik, dibersihkan, disortasi dan di packing lalu diangkut siap untuk konsumsi.


reff : http://nangimam.blogspot.com/2014/06/cara-budidaya-tomat-yang-baik-dan-benar.html
Category: articles
SYARAT PERTUMBUHAN RAMBUTAN - Budidaya Petani. Ada beberapa syarat tumbuh untuk tanaman rambutan yang harus ada supaya dalam budidaya tanaman rambutan dapat optimal.

SYARAT PERTUMBUHAN RAMBUTAN

Iklim
  1. Dalam budidaya rambutan angin berperan dlm penyerbukan bunga.
  2. Intensitas curah hujan yg dikehendaki oleh pohon rambutan berkisar antara 1.500-2.500 mm/tahun & merata sepanjang tahun
  3. Sinar matahari harus dapat mengenai seluruh areal penanaman sejak dia terbit sampai tenggelam, intensitas pancaran sinar matahari erat kaitannya dengan suhu lingkungan.
  4. Tanaman rambutan akan dapat tumbuh berkembang serta berbuah dengan optimal pada suhu sekitar 25°C yg diukur pada siang hari. Kekurangan sinar matahari dapat menyebabkan penurunan hasil atau kurang sempurna (kempes).
  5. Kelembaban udara yg dikehendaki cenderung rendah karena kebanyakan tumbuh di dataran rendah & sedang. Apabila udara mempunyai kelembaban yg rendah, berarti udara kering karena miskin uap air. Kondisi demikian cocok untuk pertumbuhan tanaman rambutan.
Media Tanam
  1. Rambutan dapat tumbuh baik pada lahan yg subur & gembur serta sedikit mengandung pasir, juga dapat tumbuh baik pada tanah yg banyak mengandung bahan organik ataui pada tanah yg keadaan liat & sedikit pasir.
  2. Pada dasarnya tingkat/derajat keasaman tanah (pH) tidak terlalu jauh berbeda dengan tanaman perkebunan lainnya di Indonesia yaitu antara 6-6,7 & kalau kurang dari 5,5 perlu dilakukan pengapuran terlebih dahulu.
  3. Kandungan air dlm tanah idealnya yg diperlukan untuk penanaman pohon rambutan antara 100-150 cm dari permukaan tanah.
  4. Pada dasarnya tanaman rambutan tidak tergantung pada letak & kondisi tanah, karena keadaan tanah dapat dibentuk sesuai dengan tata cara penanaman yg benar (dibuatkan bedengan) sesuai dengan petunjuk yg ada.
Ketinggian Tempat
Rambutan dapat tumbuh subur pada dataran rendah dengan ketinggian antara 30-500 m dpl. Pada ketinggian dibawah 30 m dpl rambutan dapat tumbuh namun tidak begitu baik hasilnya. Baca selengkapnya tentang budidaya tanaman rambutan di >> Budidaya Tanaman Rambutan atau di http://budidaya-petani.blogspot.com/2013/03/rambutan.html


reff : http://budidaya-petani.blogspot.com/2013/04/syarat-pertumbuhan-rambutan.html
Category: articles
Hama Penyakit Tanaman Sawo - Budidaya Petani. Berikut adalah hama dan penyakit tanaman sawo yang biasa menyerang.
Hama Tanaman Sawo
  1. Lalat buah(Dacus sp.)
    • Gejala: terdapat bintik-bintik kecil berwarna hitam atau cokelat pada permukaan kulit, tetapi dagin buah sudah membusuk.
    • Pengendalian:
      1. membersihkan : (sanitasi) sisa-sisa tanaman di sekitar tanaman dan kebun;
      2. membungkus buah sejak stadium muda;
      3. memasang perangkap lalat buah yang mengandung bahan metyl eugenol, misalnya M-Atraktan, dalam botol plastik bekas;
      4. menyemprotkan perangkap lalat buah, seperti Promar yang dicampur dengan insektisida kontak atau sistemik;
      5. menginfus akar tanaman dengan larutan insektisida sistemik, seperti Tamaron, dengan konsentrasi 3-5% pada fase
        sebelum berbunga;
      6. menyemprot tanaman dengan insektisida kontak, seperti Agrothion 50 EC dengan dosis 3-4 cc/liter air.
  2. Kutu hijau (Lecanium viridis atau Coccus viridis) dan Kutu cokelat(Saissetia nigra)
    • Menyerang ranting muda dan daun tanaman sawo dengan cara menghisap cairan yang terdapat di dalamnya. Selain menghisap cairan, kutu-kutu ini juga menghasilkan embun madu yang dapat mengundang kehadiran cendawan jelaga.
    • Pengendalian: dengan penyemprotan insektisida, seperti Diasinon 60 EC dengan dosis 1-2 cc/liter air atau Basudin 50 EC dengan dosis 2 cc/liter air yang disemprotkan langsung ke kutu-kutu tersebut.
Penyakit Tanaman Sawo
  1. Jamur upas
    • Penyebab: jamur Corticium salmonocolor. Spora dari jamur ini menular kemana-mana oleh hembusan angin.
    • Gejala:
      1. Stadium rumah laba-laba, yaitu ditandai dengan munculnya meselium tipis berwarna mengkilat seperti sutera atau perak. pada stadium ini jamur belum masuk ke dalam kulit tanaman sawo;
      2. Stadium bongkol, yaitu stadium dimana jamur membentuk gumpalan-gumpalan hifa di depan lentisel;
      3. Stadium corticium, yaitu stadium dimana jamur membentuk kerak berwarna merah muda yang berangsur-angsur berubah menjadi lebih muda lalu menjadi putih. Kerak yang terbentuk terdiri dari lapisan basidium yang pada
        setiap basidiumnya terdapat basidiospora. Kulit tanaman sawo yang terdapat di bawah kerak tersebut akhirnya busuk;
      4. Stadium necator, yaitu stadium dimana jamur membentuk banyak piknidium yang berwarna merah. Piknidium ini terdapat pada sisi cabang atau ranting yang lebih kering.
    • Pengendalian:
      1. Pada stadium laba-laba, penyakit ini dapat diatasi dengan cara menggosok tempat yang terserang jamur sampai hilang. Bekas luka gosokan diolesi dengan cat meni, ter, atau carbolineum;
      2. Penyemprotan dengan fungisida yang mengandung tembaga berkadar tinggi seperti Cupravit OB 21 dengan dosis 4 gram/liter air setiap tiga minggu sekali untuk menghindari munculnya serangan lagi;
      3. Pemotongan pada bagian tanaman yang terserang apabila jamur sudah mencapai stadium bongkol, corticium, atau necator. Pemotongan dilakukan pada bagian yang sehat jauh dari batas bagian yang sakit. Bagian yang dipotong kemudian diolesi dengan fungisida dan dibakar.
  2. Jamur jelaga
    • Penyebab: jamur Capnodium sp.
    • Gejala: serangan jamur ini berupa warna hitam seperti beludru yang menutupi permukaan daun sawo. Serangan lebih lanjut dapat menutupi seluruh daun dan ranting tanaman sawo.Jika serangan jamur ini berjumlah banyak, proses fotosintesa tanaman sawo akan terganggu sehingga pertumbuhan terhambat. Serangan yang terjadi pada saat tanaman berbunga dapat mengakibatkan buah yang terbentuk hanya sedikit. Jika yang terserang adalah buah, dapat menyebabkan kerontokan atau berkurangnya kualitas buah.
    • Pengendalian:
      1. melenyapkan serangga yang menghasilkan embun madu terlebih dahulu dengan insektisida;
      2. dilakukan penyemprotan dengan fungisida seperti Antracol 70 WP dengan dosis 2 gram/liter air atau Dithane M-45 80 WP dengan dosis 1,8-2,4 gram/liter air.
  3. Busuk buah
    • Penyebab: jamur Phytopthora palmivora Butl.
    • Gejala: mula-mula kulit buah berbercak-bercak kecil berwarna hitam atau cokelat, kemudian melebar dan menyatu secara tidak beraturan, daging buah membusuk dan berair, serta kadang-kadang buah berjatuhan (gugur).
    • Pengendalian:
      1. dengan cara pemotongan buah yang sakit berat, pengumpulan dan pemusnahan buah yang terserang;
      2. penyemprotan fungisida, seperti Dithane M-45 80 WP dengan dosis 1,8 gr ? 2,4 gram/liter air.
  4. Hawar benang putih
    • Penyebab: jamur (cendawan) Marasmius scandens Mass, yang tumbuh pada permukaan batang dan cabang tanaman sawo.
    • Gejala: daun-daun mengering dan berguguran. Pada ranting yang mengering terdapat benang-benang jamur berwarna putih.
    • Pengendalian:
      1. dengan cara mengurangi kelembaban kebun, memotong bagian tanaman yang sakit berat;
      2. mengoleskan atau menyemprotkan fungisida, seperti Benlate dengan dosis 2 gr/1 air.
 Artikel Lainnya :
 Manfaat dan Khasiat Daun Sirih
 Manfaat Madu Untuk Kecantikan Kulit Wajah dan Rambut


reff : http://budidaya-petani.blogspot.com/2013/05/hama-penyakit-tanaman-sawo.html
Category: articles
  • HAMA PENYAKIT TANAMAN NANAS
  • PEDOMAN BUDIDAYA BUAH NANAS
  • SYARAT TUMBUH TANAMAN NANAS
  • Manfaat Nanas
  • Jenis Tanaman Nanas
  • Artikel Nanas


reff : http://budidaya-petani.blogspot.com/2013/03/artikel-nanas.html
Category: articles
SYARAT TUMBUH PEPAYA- Budidaya Petani.
Iklim Untuk Pepaya
  1. Angin diperlukan untukpenyerbukan bunga. Angin yg tidakterlalu kencang sangat cocok bagi pertumbuhan tanaman.
  2. Tanaman pepaya tumbuh subur pada daerah yg memilki curah hujan 1000-2000 mm/tahun.
  3. Suhu udara optimum 22-26 derajat C.
  4. Kelembaban udara sekitar 40%.
Media Tanam Untuk Pepaya
  1. Tanah yg baik untuk tanaman pepaya adalah tanah ynag subur & banyak mengandung humus. Tanah itu harus banyak menahan air & gembur.
  2. Derajat keasaman tanah ( pH tanah) yg ideal adalah netral dengan pH 6-7.
  3. Kandungan air dlm tanah merupakan syarat penting dlm kehidupan tanaman ini. Air menggenang dapat mengundang penyakit jamur perusak akar hingga tanaman layu (mati). Apabila kekeringan air, nama tamanan akan kurus, daun, bunga & buah rontok. Tinggi air yg ideal tidak lebih dlm daripada 50?150 cm dari permukaan tanah.
Ketinggian Tempat Untuk Pepaya
Pepaya dapat ditanam di dataran rendah sampai ketinggian 700 m?1000 m dpl. Baca selengkapnya budidaya pepaya di sini atau di http://budidaya-petani.blogspot.com/2013/03/pepaya.html


http://budidaya-petani.blogspot.com/2013/03/syarat-tumbuh-pepaya.html


reff : http://budidaya-petani.blogspot.com/2013/03/syarat-tumbuh-pepaya.html
Category: articles
SYARAT PERTUMBUHAN POHON KINA - Budidaya Petani. Ada beberapa hal yang berkaitan dengan syarat tumbuh tanaman kina antara alain.

Iklim Yang Cocok Untuk Budidaya Tanaman Kina
  • Tanaman ini memerlukan penyinaran matahari yg tidak terlalu terik.
  • Tanaman tumbuh baik pada temperatur antara 13,5-21 derajat C.
  • Tanaman menghendaki daerah beriklim lembab dengan kelembaban relatif harian minimum dalam satu tahun 68 % & 97 %.
  • Angin yg kencang & lama menyebabkan banyak kerusakan karena patahnya cabang & gugurnya daun.
  • Curah hujan tahunan utk lokasi budidaya kina yg ideal adalah 2.000-3.000mm/ tahun & merata sepanjang tahun.
Media Tanam Kina
  • Tanah yg cocok utk tanaman kina adalah subur, gembur, banyak mengandung bahan organik, tidak bercadas & berbatu.
  • Derajat keasaman (pH) antara 4,6-6,5 dengan pH optimum 5,8.
Ketinggian Tempat Yang Cocok Untuk Budidaya Kina
Di daerah asalnya di pegunungan Andes tanaman ini tumbuh pada ketinggian 1050 ? 1500 m diatas permukaan laut (dpl). Di Indonesia tanaman ini menyukai daerah dengan ketinggian 800-2.000 m dpl dengan ketinggian optimum utk budidaya tanaman kina adalah 1.400-1.700 m dpl. Artikel tentang budidaya tanaman kina ada --> Budidaya Kina.

 Artikel Lainnya: 
 Budidaya Buah Rambutan
 Cara Budidaya Cabe
 Budidaya Jambu Biji

reff : http://budidaya-petani.blogspot.com/2013/05/syarat-tumbuh-tanaman-kina.html
Category: articles
Jenis-jenis Jambu Air - Buka Mata. Terdapat 2 jenis jambu air yg banyak ditanam. Ke dua jenis tersebut adalah Syzygium quaeum yaitu jambu air kecil & Syzygium samarangense yaitu jambu air besar. Varietas jambu air besar: jambu Semarang, Madura, Lilin (super manis), Apel & Cincalo (merah & hijau/putih) & Jenis-jenis jambu air lainnya adalah: Camplong (Bangkalan), Kancing, Mawar (jambu Keraton), Sukaluyu, Baron, Kaget, Rujak, Neem, Lonceng (super lebat), & Manalagi (tanpa biji). Sedangkan varietas yg paling komersil adalah Cincalo & Semarang, yg masing-masing terdiri dari 2 macam (merah & putih).
[baca juga artikel tentang Budidaya belimbing]


reff : http://budidaya-petani.blogspot.com/2012/09/Jenis-Jenis-Tanaman-Buah-Jambu-Air.html
Category: articles