Sunday, March 5, 2017

Dasar Pertanian - Pupuk merupakan nutrisi bagi tanaman agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Dengan memberikan pupuk pada tanaman akan membuat tanaman menjadi lebih subur, menghasilkan produksi jauh lebih baik. Jika tanaman itu berjenis buah-buahan, maka akan menghasilkan buah yang berkualitas. Makanya kenapa dalam budidaya tanaman selalu tidak luput dari yang namanya pupuk. Untuk jenis pupuk ini dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu ada pupuk organik dan ada pula pupuk anorganik. Pupuk organik adalah pupuk yang dihasilkan atau berasal dari bahan-bahan alami, seperti kotoran ternak, sisa-sisa tanaman, sampah, tumbuhan, dan berbagai jenis bahan alami lainnya, yang biasanya dikenal dengan nama pupuk alami atau kompos. Sedangkan pupuk anorganik adalah pupuk yang berasal dari bahan-bahan sintetis dan biasanya kita kenal dengan nama pupuk kimia. Keduanya memiliki perbedaan dari segi kualitas dan juga kuantitas.

Namun penggunaan pupuk organik dan anorganik ini dapat dipadukan sehingga membuat tanaman akan meningkat lebih baik. Meskipun memiliki banyak dampak buruk pada penggunaan pupuk kimia, namun jika digunakan dengan cara yang benar akan membuat tanaman menjadi subur. tapi jika penggunaan pupuk kimia tidak sesuai dengan aturan, dalam arti kata digunakan secara berlebihan, maka hal itu akan mengakibatkan dampak buruk, baik pada tanaman, tanah, dan juga lingkungan. Untuk menambah wawasan anda semua tentang apa saja dampak buruk penggunaan pupuk kimia yang berlebihan pada tanaman, silahkan anda baca penjelasannya pada link dibawah ini.
Dampak Buruk Penggunakan Pupuk Kimia Pada Tanaman dan Solusinya

Nah kalau kita berbicara masalah pupuk kimia, tentu kita sering melihat banyak bahkan rata-rata para petani menggunakannya untuk memupuk pertanian maupun perkebunan mereka. Meskipun mereka juga sebagian sudah tahu apa dampak buruk penggunaan pupuk kimia pada tanaman jika berlebihan, namun tetap membuat mereka tidak berhenti untuk memilih pupuk kimia sebagai pupuk andalan. Lantas apa sebenarnya yang menyebabkan mereka memilih pupuk kimia sebagai pupuk andalan?
Silahkan baca : Inilah Alasan Para Petani Memilih Pupuk Kimia

Setelah kita tahu dan paham tentang apa saja dampak buruk penggunaan pupuk kimia pada tanaman dan alasan yang menyebabkan mereka tetap menggunakan pupuk kimia, maka sebaiknya perlu kita ketahui perbedaan antara pupuk organik dan pupuk anorganik atau pupuk kimia ini. Sehingga dengan adanya informasi ini anda dapat menentukan pilihan yang bijak mana kira-kira pupuk yang baik untuk tanaman dan mana pupuk yang dapat merusak tanaman dan ekosistem lingkungan.

Perbedaan Antara Pupuk Organik (Alami) Dengan Pupuk Anorganik (Kimia)

Perbedaan Pupuk Organik Dengan Pupuk Anorganik


  1. Pupuk organik merupakan pupuk yang berasal dari bahan-bahan alami sebagaimana diungkapkan diawal paragraf tadi, jadi jelas efek sampingnya tidak ada, baik untuk lingkungan, tanaman dna juga tanah. Sedangkan pupuk anorganik atau pupuk kimia adalah pupuk yang terbuat dari bahan-bahan sintetis yang mana jika penggunaanya tiodak tepat dan berlebihan akan merusak lingkungan, tanaman, dan juga tanah.
  2. Pupuk organik mengandung sekitar 16 unsur hara, sedangkan pupuk anorganik hanya mengadung satu unsur hara saja dalam jumlah yang cukup besar, sehingga membutuhkan banyak jenis pupuk kimia pada satu budidaya tanaman.
  3. Menggunakan pupuk organik secara berketerusan akan membuat tanah semakin subur dan gembur, namun berbeda jika menggunakan pupuk anorganik atau kimia secara terus-menerus dapat merusak dan membuat tanah menjadi tandus dan keras.
  4. Dengan menggunakan pupuk organik, maka mikroorganisme bermanfaat dalam tanah, seperti cacing tidak akan mati dan semakin berkembang biak, sedangkan pupuk kimia justru akan mematikan seluruh mikroorganisme tanah yang baik, sehingga kesuburan tanah tidak terjaga.
  5. Menggunakan pupuk organik akan membuat tanah tetap menjadi dingin dan struktur tanah tetap gembur, sedangkan pupuk kimia dapat menyebabkan tanah menjadi panas dan struktur tanah menjadi keras.
Sebenarnya masih banyak Perbedaan Antara Pupuk Organik (Alami) Dengan Pupuk Anorganik (Kimia) yang dapat diungkapkan, namun beberapa perbedaan tersebut rasanya sudah dapat mewakili dari sekian banyak perbedaan antara pupuk alami dengan pupuk kimia. Mudah-mudahan informasi ini dapat menambah wawasan anda dan bermanfaat bagi para pembaca semua.


reff : http://dasar-pertanian.blogspot.com/2016/10/inilah-beberapa-perbedaan-antara-pupuk.html
Category: articles

Friday, February 24, 2017

Dasar Pertanian - Budidaya durian yang baik dan benar untuk mendapatkan hasil panen yang unggul adalah berawal dari bagaimana kiat pertama kali didalam menanam pohon durian. Jika pertama kali proses penanaman durian menggunakan cara yang tepat maka hasil budidaya durian tentu akan berhasil. Tetapi jika dari pertama tahap menanamnya sudah salah, jelas hasil budidaya durian juga akan gagal. Ada banyak faktor yang menyebabkan seseorang gagal membudidayakan durian. Masalah umum yang sering terjadi pada tanaman durian adalah terjadi kerontokan pada bunga dan bakal buah durian sebelum menjadi buah. Jadi jika hal itu sering terjadi, akibatnya anda tidak akan pernah menikmati manisnya buah durian yang anda tanam. Maka dari itu diperlukan penyelesaian masalah agar budidaya durian bisa berhasil. Lalu apa saja sebenarnya yang menyebabkan bunga durian sering rontok sebelum menjadi buah? dan bagaimana pula cara mengatasi kerontokan pada bunga durian. Untuk menambah wawasan anda tentang hal tersebut, silahkan baca penjelasannya berikut ini.
  • Penyebab Utama Kenapa Bunga dan Bakal Buah Durian Sering Rontok
  • Tips Ampuh Mengatasi Bunga Durian Yang Sering Rontok
Setelah anda mengetahui apa saja penyebab bunga durian sering mengalami kerontokan, dan anda juga tahu apa saja tips agar mencegah bunga durian tidak mudah rontok, maka saatnya anda memulai bagaimana cara menanam pohon durian agar berhasil. Berikut ini merupakan Tahap Awal Dalam Menanam Pohon Durian Agar Berbuah Banyak. Silahkan anda ikuti petunjuk berikut ini.

Tahap Awal Dalam Menanam Pohon Durian Agar Berbuah Banyak
Budidaya durian ( Foto Original dasar-pertanian Oleh : Wahyu Hendro W )


Tahap Awal Dalam Menanam Pohon Durian Agar Berbuah Banyak


1. Pemilihan Bibit Durian Yang Unggul

Adapun faktor pertama yang harus anda perhatikan ketika pertama kali mau menanam pohon durian adalah bibit. Pemilihan bibit durian haruslah tepat agar kualitas buah durian juga berkualitas. Untuk memilih bibit durian ini anda bisa lakukan stek atau mencangkok langsung dari pohon durian yang benar-benar unggul dan sudah pernah berbuah. Karena dengan cara tersebut anda akan mendapatkan bibit durian yang menyerupai indukannya.

2. Perhatikan Tingkat Kesuburan Tanah

Jika anda ingin agar budiday durian yang anda lakukan berhasil dan memperoleh hasil maksimal, maka tingkat kesuburan tanah juga harus anda perhatikan. tahukah anda bahwa pohon durian ini sangat sulit dibudidayakan pada kondisi tanah yang terlalu liat, jika tanah terlalu liat akan mengganggu pertumbuhan akar dan susah untuk berkembang. Jadi sebaiknya anda menanam durian pada tanah yang memiliki ciri warna hitam keabuan, kemudian struktur lapisan atas tanah bebutir-butir, sedangkan bagian bawah bergumpal, serta kemampuan tanah tersebut dalam mengikat air sangat tinggi. Selain itu perlu diperhatikan juga bahwa tingkat keasaman tanah yang baik untuk tanaman durian adalah (pH) 5 ? 7, dengan pH optimum 6 ? 6,5. Menanam durian ini baik juga pada tanah lempung berpasir yang gembur dan banyak mengandung unsur hara.

3. Tingkat Kedalaman Lapisan Tanah

Yang perlu anda ketahui bahwa pohon durian adalah pohon dengan jenis akar tunggang yang harus ditanam dengan kedalaman tanah yang cukup dalam. Untuk tingkat kedalaman air tanah yaitu sekitar 50 -300 cm. Apabila anda menanam pohon durian ini terlalu dangkal akan menyebabkan tanaman durian tidak dapat berkembang dengan baik dan bahkan bisa mati, juga jika terlalu dalam juga tidak baik. Jadi tingkat kedalam ini harus diperhatikan.

4. Penanaman Bibit Durian

Setelah anda penuhi beberapa syarat tersebut, langkah selanjutnya adalah tahap anda menanamkan bibit durian. Tanamlah bibit durian pada lahan atau tanah seperti yang saya sebutkan diatas. Setelah itu anda rawat tanaman agar dapat berkembang dengan baik.

5. Perhatikan Kondisi Musim

Jika durian sudah mulai berbunga, harus dilakukan penyiraman rutin 3 kali dalam seminggu terutama pada musim kemarau. Karena ketika pohon durian berbunga, akan lebih banyak membutuhkan air untuk berkembang dan menghasilkan buah dengan baik. Apabila tanaman durian yang sedang berbunga kekurangan air maka bisa jadi bunga durian akan rontok dan tidak menjadi buah.

Itulah beberapa Tahap Awal Dalam Menanam Pohon Durian Agar Berbuah Banyak. Karena menanam durian tidak bisa sembarangan tanam, harus mengetahui tehnik budidaya durian dan tahu bagaimana cara menanam durian yang baik dan benar. Mudah-mudahan dengan adanya artikel singkat ini dapat menambah wawasan anda tentang budidaya durian. Semoga bermanfaat.


reff : http://dasar-pertanian.blogspot.com/2016/09/inilah-tahap-awal-dalam-menanam-pohon.html
Category: articles

Dasar Pertanian - Budidaya buah mangga dalam pot merupakan alternatif bagi kita yang tidak memiliki lahan pertanian dan perkebunan yang luas. Karena dengan budidaya buah mangga dalam pot kita akan mendapatkan banyak keuntungan. Salah satu keuntungan budidaya buah mangga dalam pot adalah kita akan tetap bisa menanam buah mangga meskipun di lahan yang sempit, selain itu kita juga akan mendapatkan hasil buah mangga yang jauh lebih berkualitas. Bahkan umur atau masa berbuah tanaman mangga yang ditanam dalam pot jauh lebih pendek bila dibanding tanaman mangga yang ditanam tidak dalam pot.

Menanam buah mangga dalam pot menjadi hobi yang akhir-akhir ini diminati banyak orang, termasuk saya sendiri. Saya sangat senang melakukan budidaya tanaman buah-buahan terutama dalam pot. Karena dengan menanam buah-buahan dalam pot akan membuat keindahan halaman rumah dan juga membuat kita senang ketika buah mangga sudah berbuah. Untuk menanam buah mangga dalam pot ada tehnik dan tipsnya tersendiri. Dengan penanaman yang benar maka hasil dari budidaya tanaman buah mangga dalam pot tentu akan berhasil. Jika anda tidak mengetahui bagaimana tips budidaya buah mangga dalam pot, maka disini dasar-pertanian akan membagikan tipsnya. Untuk itu simak terus artikel ini sampai habis.

Kunci sukses budidaya buah mangga dalam pot ini sebenarnya hampir sama dengan budidaya tanaman buah lainnya. Mungkin ada sedikit perbedaan, karena media tanam yang kita gunakan adalah pot. Selain itu tehnik yang lainnya mulai dari pemilihan bibit, pemilihan pot yang digunakan, pemberian pupuk, perawatan dan sebagainya harus diperhatikan juga. Untuk lebih jelasnya bagaimana menanam buah mangga dalam pot berikut ini penjelasannya.

Tips Budidaya Buah Mangga Dalam Pot

Tips Budidaya Buah Mangga Dalam Pot


Cara menanam buah mangga dalam pot ini cukup mudah, namun meskipun demikian bukan berarti dianggap mudah ya. Ada beberapa persyaratan yang harus anda siapkan untuk menanam buah mangga dalam pot ini.

1. Pemilihan bibit buah mangga

Untuk menanam buah mangga dalam pot maupun diluar pot, maka syarat pertama adalah anda harus memilih dulu bibit dari buah mangga yang akan anda tanam. Adapun bibit buah mangga yang baik adalah bibit yang dihasilkan dari pencangkokan dan penyetekan. Karena dengan cara mencangkok dan stek batang, akan mendapatkan tanaman yang menyerupai indukannya. Jadi pilih dulu pohon indukan yang benar-benar berkualitas.

2. Pemilihan Jenis Varietas

Sebenarnya hampir semua jenis varietas tanaman buah dapat dilakukan dalam pot. Tetapi tentunya masing-masing dari varietas tersebut memiliki perbedaan dalam beberapa hal, seperti ; kecepatan masa berbuah, produksi buah, bentuk tajuk maupun tingkat kesulitan. Sebaiknya anda memilih jenis varietas yang mudah berbuah, serta mudah dirawat, bertajuk kompak dan produktif. Contoh jenis varietas buah mengga yang mudah ditanam dalam pot adalah mangga manalagi, mangga madu, mangga apel, dan masih banyak lagi lainnya. Jenis varietas mangga tersebut dapat dibuahkan sejak umur 2,5 tahun, selain itu jumlah buah juga relatif lebih banyak sehingga membuat penampilan lebih menarik.

3. Pemilihan Media Tanam

Media tanam buah mangga dalam pot ini adalah tanah yang subur bercampur pupuk. Unsur hara sangat diprioritaskan dalam budidaya buah mangga dalam pot. Buah mangga sangat menyukai media tanah yang bertekstur gembur, berbutir-butir dan kaya kandungan hara. Adapun komposisi campuran yang bisa dibuat untuk menanam buah mangga dalam pot antara lain; tanah,pupuk kandang atau kompos, arang dari sekam padi, dengan perbandingan adalah 2:1:1 ( 2 tanah, 1 pupuk kandang atau kompos, dan 1 arang sekam padi ).

4. Pemilihan Pot

Untuk menanam buah mangga dalam pot, maka jelas pemilihan pot sangat berpengaruh pada keberhasilan anda dalam menanam buah mangga. Ada bermacam-maca jenis pot yang bisa anda gunakan untuk menanam buah mangga dalam pot. Seperti drum bekas minyak yang sudah dibelah dua, bak mandi berukuran besar, atau jika anda punya uang yang berlebih anda bisa membeli pot khusus untuk tanaman buah. Namun jika anda gunakan pot yang terbuat dari plastik, maka harus diperhatikan tingkat ketahannya dari pecah. Setelah anda memiliki pot yang siap digunakan, anda harus melubangi bagian bawah atau dasar pot terlebih dahulu. Untuk ukuran lubang biasanya antara 1-2 cm dan jumlah lubang sekitar 1-6 lubang. Untuk memperlancar pembuangan air, maka anda harus menganjal bagian dasar pot dengan batu atau sejenisnya, yang penting asal bagian bawah pot memiliki rongga.


5. Tahap Penanaman

Untuk menanam buah mangga dalam pot hampir sama dengan menanam tanaman lain didalam pot. Caranya dengan mengisi terlebih dahulu dasar pot dengan serutan gergaji atau pecahan batu bata atau genting hingga mencapai tebal 5-10 cm. Hal ini bertujuan untuk menjamin kelancaran drainase dan aliran udara dalam pot. Kemudian masukkan media tanam yang sudah dipersiapkan tadi hingga separuh pot, lalu masukkan bibit yang sudah anda keluarkan dalam polybag, usahakan jangan sampai tanah dalam polybag pecah. Kemudian timbun lagi dengan media tanam yang masih tersisa sampai penuh. Usahakan juga agar bidang bekas okulasi ( jika bibit yang anda tanam dari hasil okulasi atau stek) masih menonjol 10-15 cm diatas permukaan media tanah. Setelah anda selesai menanam segera anda siram dengan air tanaman tersebut.

6. Tahap Pemeliharaan dan Perawatan Tanaman

Setelah bibit buah mangga selesai anda tanam dalam pot, maka langkah selanjutnya adalah perawatan tanaman buah mangga. Karena semua tanaman yang sudah kita tanam harus dirawat dengan baik agar tanaman menjadi sehat dan terhindar dari penyakit. Untuk tahap perawatan buah mangga dalam pot, anda bisa lakukan :

Penyiraman
Dari awal penanam bibit buah mangga yang anda tanam dalam pot maka harus disiram secara teratur dipagi dan sore hari. Untuk volume penyiraman jangan teralu banyak karena bisa membuat media tanam keluar dari dalam pot.

Pemupukan
Untuk mendapatkan hasil tanaman yang berkualitas dan juga mempercepat pertumbuhan tanaman, maka pemupukan adalah hal wajib yang harus anda lakukan. jenis pupuk yang bisa anda gunakan adalah jenis pupuk organik maupun anorganik. Pupuk organik ini seperti kotoran ternak, sedangkan pupuk anorganik seperti NPK, UREA, dan lain-lain. Cara pemupukan bisa anda taburkan disekeliling batang pohon, ingat jangan sampai menyentuh batang pohon mangga ya agar tanaman tidak mati. Volume pemupukannya pun harus sesuai takaran, jangan terlalu berlebihan agar tanaman tidak mati.

Penanggulangan Hama dan Penyakit
Agar tanaman tetap sehat, maka anda harus menanggulanginya dari serangan hama dan penyakit. Dengan cara melakukan penyemprotan khusus untuk menanggulangi hama dan penyakit yang dapat mengganggu tanaman. Hama yang biasanya sering menyerang adalah ulat daun, kutu daun, binatang penggerak.

7. Panen

Masa panen tanaman buah mangga dalam pot bergantung pada jenis mangga yang ditanam. Jika bibit yang anda tanam adalah hasil okulasi atau cangkok, maka dalam waktu dekat akan berbuah. Maka dari itu sebaiknya anda okulasi tanaman yang sedang berbunga supaya cepat berbuah. Menanam buah mangga dalam pot ini akan cepat berbuah dan rata-rata memiliki batang yang pendek. Berbeda dengan pohon yang diuar pot, akan sampai berpuluh-puluh tahun baru berbuah.

Demikianlah sedikit penjelasan tentang Tips Budidaya Buah Mangga Dalam Pot. Mudah-mudahan bermanfaat dan menambah wawasan anda semua.


reff : http://dasar-pertanian.blogspot.com/2016/08/tips-budidaya-buah-mangga-dalam-pot.html
Category: articles

Wednesday, February 15, 2017

Dasar Pertanian - Jahe merupakan salah satu tanaman rempah yang banyak mengandung manfaat bagi tubuh kita. Jahe juga salah satu tumbuhan yang bermanfaat untuk menambah rasa pada makanan. Menanam jahe sendiri dirumah bisa membuat kita tidak perlu lagi repot-repot membeli jahe dipasar sehingga dapat menghemat biaya pengeluaran. Budidaya jahe bisa dilakukan dengan beberapa cara, salah satunya adalah menanam jahe didalam polybag. Budidaya tanaman didalam polybag ini merupakan salah satu cara paling mudah dan simpel apabila kita tidak memiliki pekarangan yang luas. Seperti halnya menanam jahe dalam polybag, juga salah satu cara budidaya jahe yang sangat mudah dan sederhana, namun meskipun terlihat sederhana, jangan kita beranggapan kalau menanam jahe dalam polybag tidak bisa berhasil. Justru dengan menanam jahe dalam polybag ini akan membuat kita lebih mudah untuk mengatur dan menentukan berapa besar budidaya jahe yang akan kita lakukan.

Tanaman jahe ini juga memiliki banyak jenis dan vairetasnya, salah satunya yang akan admin bahas disini adalah budidaya jahe merah didalam polybag. Budidaya jahe merah dalam polybag ini bisa dikatakan cara paling mudah untuk menanam jahe. Nah berikut ini dasar-pertanian akan memberikan Tips Budidaya Jahe Merah Dalam Polybag Cepat Sukses. Jadi yang akan dibahas disini adalah bagaimana tips dalam budidaya jahe merah agar cepat sukses dan menghasilkan keuntungan bagi kita. Berikut merupakan beberapa Tips Budidaya Jahe Merah Dalam Polybag Cepat Sukses.

Tips Budidaya Jahe Merah Dalam Polybag Cepat Sukses
Contoh tananam jahe merah dalam polybag

Tips Budidaya Jahe Merah Dalam Polybag Cepat Sukses


1. Menentukan bibit jahe merah yang bagus dan berkualitas

Untuk mendapatkan hasil maksimal dalam budidaya jahe merah, maka cara pertama yang harus kita lakukan adalah menentukan dan memilih bibit jahe yang benar-benar berkualitas. Karena bibit jahe yang baik sangat menentukan keberhasilan dan juga menentukan produktivitas tanaman jahe. Maka dari itu pilihlah bibit jahe merah dari tanaman indukan yang benar-benar berkualitas.

2. Memilih dan menentukan ukuran polybag

Selain pemilihan bibit jahe merah, syarat selanjutnya agar budidaya jahe merah dalam polybag bisa sukses adalah memilih dan menentukan ukuran polybag yang akan kita gunakan. Untuk menentukan ukuran polybag ini sebagiknya pilih ukuran polybag yang agar besar supaya pertumbuhan jahe dapat maksimal.

3. Tehnik Perawatan jahe dalam polybag

Setelah kedua cara diatas anda terapkan, maka langkah selanjutnya adalah melakukan perawatan tanaman jahe merah dalam polybag. Dalam perawatan jahe merah ini, sebenarnya tidak sulit dan yang terpenting adalah anda selalu rajin menyiram dan membersihkan tanaman jahe merah dari rumput liar (gulma) dan hama penyakit.

4. Menanam jahe merah dalam jumlah banyak

Untuk meraih sukses dalam budidaya jahe merah dalam polybag, maka tidak ada cara lain kecuali anda juga harum menanam jahe dalam jumlah yang banyak, bisa 100 polybag atau bahkan lebih dari itu. Supaya ketika panen, anda bisa meraih keuntungan yang berlipat ganda. Kalau hanya menanam 5-10 polybag saja belum bisa untuk meraih sukses dalam budidaya jahe.

Itulah beberapa Tips Budidaya Jahe Merah Dalam Polybag Cepat Sukses, mudah-mudahan dapat menginspirasi dan memberikan wawasan kepada anda semua.


reff : http://dasar-pertanian.blogspot.com/2016/11/tips-budidaya-jahe-merah-dalam-polybag.html
Category: articles

Cara Menamam Timun Ala Thailand - Sahabat pertanian pada kesempatan ini kami akan memberikan tips Cara Menamam Timun Ala Thailand. Sobat tentunya sudah tahu bukan tanaman sayur yang bernama timun ini. Timun (bahasa latinnya cucumis sativus) termasuk salah satu dari empat jenis sayuran yang paling banyak ditanam di Indonesia. Timun ini merupakan tanaman sayuran buah semusim (berumur pendek) seperti terong, labu dan tomat, tumbuh menjalar, berbentuk semak atau perdu bisa mencapai tinggi 2 meter. Akar berbentuk tunggang dan berair, batang lunak dan berair, daun berbentuk bulat dengan ujung daun runcing berganda, berbulu halus dan tulang daun menjari. Bunga terdiri dari bunga jantan dan betina dengan perbandingan jumlah yang relatif sama. Timun juga merupakan sayuran nomor 4 yang paling dibudidayakan di dunia dan dikenal sebagai salah satu makanan terbaik untuk kesehatan tubuh.


Di Indonesia sendiri, timun sudah tidak asing lagi dijumpai sebagai pelengkap hidangan-hidangan khas tanah air mulai dari gado-gado hingga nasi goreng. Nah bagi sobat yang ingin tahu bagaimana cara menaman timun ala thailand berikut ini kami sampaikan ulasannya di bawah ini :

Cara Menamam Timun Ala Thailand

1. Menyiapkan lahan
Pertama kali tanah diolah dan dikeringkan selama 7 hari, kemudian dioalh kembali dengan diberi pupuk dengan formula 15 ? 15 ? 15 sekitar 300 Kg/Ha ( 5 sacks) kemudian ditutup dengan mulsa plastik.

2. Penanaman benih
Setelah memilih benih timun dengan menggunakan varietas yang bagus seperti Hercules, Asian Star, Ninja, Titan, kemudian membuat lubang pada mulsa plastik dengan jarak antar lubang 35 ? 40 cm, dan ditanam dengan sistem dua baris tiap bedeng ( double row ).

3. Pengairan dan perawatan
Pengairan dilakukan / diberikan diantara bedengan dan sebelum transplanting dengan pemberian air di setiap lubang tanam. Setelah itu benih ditanam 1 ? 2 benih/ lubang.2 ? 3 hari kemudian, semua benih telah tumbuh dan diberi air setiap pagi. Setelah berumur lebih dari 10 hari, diberikan pengairan diantara bedengan dan dilakukan setiap 2 hari sekali. Pada umur 13 ? 15 hari setelah tanam, diberi pupuk dengan formula 15 ? 15 ? 15 sebanyak 150 Kg/Ha, dengan cara dikocorkan dan melakukan pemangkasan pucuk lateral pertama sampai kelima. Kemudian diberi lanjaran tiap lubang. Setelah tanaman berumur sekitar 20 hari setelah tanam, tanaman timun akan tumbuh secara bertahap yaitu sekitar 15 cm/malam (panjang dari pucuk utama).

4. Penyemprotan pesti-sida dan pupuk daun
  • Pada umur 7 ? 10 hari disemprot dengan Kocide 10 gr + Mamigro 12 - 9 ? 6 30cc + Fitomic 20 cc dilarutkan dalam 16 liter air.
  • Pada umur 15 hari disemprot dengan Kocide 10 gr + Starmyl 20 gr + Mamigro 12 ? 9 ? 6 30 cc+ Fitomic 30 cc dilarutkan dalam 16 liter air.
  • Pada umur 20 ? 22 hari disemprot dengan Starmyl 30 gr + Winder 20 gr + Mamigro 21 ? 21 ? 21 30 cc + Fitomic 40 ccdilarutkan dalam 16 liter air.
  • Pada umur 25 ? 30 hari disemprot dengan Starmyl 35 gr + Winder 30 gr + Mamigro 21? 21 ? 21 30 cc + Fitomic 40 cc dilarutkan dalam 16 liter air.
5. Panen dan pengemasanPada umur 30 ? 35 hst, timun dapat dipanen dengan menggunakan pisau. Potong tangkai bagian atas buah mentimun ( agar tanaman berumur panjang / dapat panen sampai beberapa kali). Buah timun dikemas dalam plasik transparant dengan berat 10 kg/pack.

Panen sebaiknya dilakukan setiap hari agar mendapatkan bentuk dan ukuran buah yang bagus dan batang tanaman dapat tumbuh terus. Panen dapat dilakukan 25 ? 30 kali / tanaman.

Demikian informasi tentang Cara Menamam Timun Ala Thailand. Semoga bisa menambah wawasan untuk anda semua para pembaca. Sekian dan terimakasih.


reff : http://www.carabertani.com/2015/04/cara-menamam-timun-ala-thailand.html
Category: articles

Tuesday, February 14, 2017

Dasar Pertanian - Cabai merupakan salah satu komoditas pertanian yang makin berkembang akhir-akhir ini. Karena kebutuhan cabai di masyarakat sangat dibutuhkan sekali. Budidaya cabe sebenarnya sangatlah mudah apabila kita mengetahui trik dan tipsnya. Namun bagi orang yang masih awam atau kurang paham dengan pertanian, ya..akan sulit sekali rasanya. Terutama dalam hal penyemaian benih cabai ini. Karena dalam budidaya cabai, ada beberapa hal yang harus kita lakukan supaya kita dapat membudidayakancabe dengan benar. Salah satu caranya adalah dengan menyiapkan bibit atau benih cabai tersebut. Memang kalau kita mau membeli dipasar sudah ada sih benih cabai yang dijual dan siap tanam, namun apakah itu benih yang baik atau tidak kan kita tidak bisa memastikannya begitu saja. Namun jika benih cabai itu kita sendiri yang menyemaikannya, maka kita akan tahu kualitasnya. Untuk itu disini dasar pertanian akan bagikan Tips Menyemai Bibit Cabai Dalam Pot Agar Cepat Tumbuh.

Tips Menyemai Bibit Cabai Dalam Pot Agar Cepat Tumbuh
Benih cabai dalam pot ( Foto Pribadi : Wahyu H.W - Dasar Pertanian )


Kenapa harus menyemai bibit cabai dalam pot? Nah mungkin bagi anda ada yang bertanya-tanya, kok menyemai benih cabai didalam pot? Bukannya akan menyulitkan dan tidak dapat tumbuh maksimal? Jika anda berpikir seperti itu maka segera buang pikiran itu. Karena menyemai bibit cabai dalam pot ini sebenarnya cukup mudah dan simpel. Selain itu hal ini juga agar benih yang kita semai cepat tumbuh dan saya sendiri sudah membuktikannya. Setelah saya bandingkan menyemai benih cabai di area tanah langsung dengan dilakukan didalam pot, ternyata lebih cepat tumbuhnya didalam pot. Tapi saya punya trik dan tipsnya supaya benih cabai dalam pot cepat tumbuh. Untuk itu bagi anda yang berminat ingin mencobanya silahkan baca penjelasannya dibawah ini.


Tips Menyemai Bibit Cabai Dalam Pot Agar Cepat Tumbuh


1. Siapkan Biji Cabai Terbaik

Untuk langkah awal ini anda harus memiliki dulu biji cabai yang mau disemaikan. Usahakan bibit cabai adalah dari pohon cabai terbaik, dan jangan lupa untuk menjemurnya sebentar, atau jika ingin membeli ditoko pertanian langsung juga bisa. Anggap saja anda sudah memiliki benih cabai yang akan disemaikan.

2. Siapkan Pot Bunga

Setelah biji cabai sudah siap, maka sekarang anda siapkan pot bunga, sebenarnya boleh juga anda buat sendiri pot dari drum bekas minyak. Namun kalau saya lebih memilih pot bunga agar mudah dipindah-pindahkan.

3. Siapkan Pupuk Kandang ( Kotoran Kambing )

Langkah selanjutnya ada harus siapkan pupuk kandang, disarankan kotoran kambing ( yang sudah lama ). Kenapa harus kotoran kambing, karena kotoran kambing adalah pupuk kandang terbaik yang memiliki tingkat kesuburan baik dan tidak memiliki unsur yang begitu panas. Setelah kotoran kambing anda siapkan, silahkan anda diamkan dulu kotoran kambing itu sampai beberapa hari, kemudian anda masukkan dalam pot dan dicampur sedikit tanah hitam. Namun tanahnya sedikit saja, kalau saya malah tidak menggunakan tanah, hanya kotoran kambing saja, tapi jangan kotoran yang masih baru atau basah ya.

4. Tahap Penyemaian

Setelah proses diatas selesai, saatnya anda semaikan biji cabai yang sudah anda persiapkan sebelumnya. Taburkan saja secara merata biji cabai pada pot tadi, kemudian letakkan pada tempat yang aman dari gangguan hewan peliharaan. Lebih bagus anda berikan jaring supaya hewan tidak masuk menggangu benih yang sudah anda semaikan. Lakukan penyiraman rutin, pagi dan sore hari. Kalau dengan menggunakan kotoran kambing, anda sudah tidak perlu lagi memberikan pupuk tambahan. Biasanya bibit akan tumbuh pada hari ke 6 atau kurang lebih seminggu setelah disemai.

Demikianlah sedikit Tips Menyemai Bibit Cabai Dalam Pot Agar Cepat Tumbuh, mudah-mudahan dapat menambah wawasana anda, selamt mencoba semoga berhasil.


reff : http://dasar-pertanian.blogspot.com/2016/08/tips-menyemai-bibit-cabai-dalam-pot.html
Category: articles

Saturday, February 11, 2017

Pengendalian dan Membasmi Hama Tanaman Mangga
Hama dan penyakit dapat menyerang tanaman mangga mulai dari fase pembibitan sampai tanaman menghasilkan buah. Pemeliharaan tanaman yang kurang baik dapat mengakibatkan peningkatan serangan hama atau penyakit. Tanaman yang terserang hama atau penyakit biasanya ditandai dengan bagian tubuh yang rusak akibat patah atau keropos serta pertumbuhannya terhambat. Akar, daun, batang, bunga dan buah merupakan bagian tanaman mangga yang sering terserang hama dan penyakit.

Serangan hama atau penyakit dapat ditanggulangi dengan membuang bagian-bagian yang terserang, lalu membakarnya. Pestisida juga perlu diberikan untuk mencegah serangan terjadi kembali. Penyemprotan pestisida dapat dilakukan setiap dua minggu sekali dengan dosis dan waktu yang tepat. Penyemprotan pestisida yang berlebihan dapat berdampak negatif terhadap proses penyerbukan bunga akibat serangga penyerbuknya mati.

Menjaga kebersihan lingkungan di sekitar tanaman dan penggunaan bibit yang tahan hama penyakit dapat mencegah terjadinya serangan. Berikut beberapa hama dan penyakit yang menyerang tanaman mangga dan cara pengendaliannya.

A. Hama

a. Kutu Putih (Planococcus lilacinus)

Karakteristik
Berbentuk oval, datar, tubuhnya ditutupi lapisan tebal seperti lilin, sering hinggap di daun dan mengisap cairan sel daun.
Gejala Serangan
Daun menjadi kering dan gugur. Kutu putih menjadi penyebab munculnya penyakit embun jelaga yang menyerang pada saat musim hujan.
Pengendalian
1. Kendalikan semut merah yang menjadi vektor kutu putih dengan menyemprotkan insektisida berbahan aktif lambdacyhalothrin atau delmetrin, seperti Lebaycid 550 dengan dosis 0,2% atau sipermetrin, seperti Arrivo 30 EC dengan dosis 2,4 gram setiap satu liter air.
2. Buang dan bakar daun atau cabang yang terserang.
3. Semprotkan Insektisida berbahan aktif lambdacy-halothrin atau delmetrin, seperti Lebaycid 550 dengan dosis 0,2%.

b. Lalat buah (Dacus dorsalis)

Karakteristik
Lalat buah dewasa berukuran panjang 7?8 mm, berwarna kuning, dan bersayap putih bening. Serangga ini sering menghinggapi buah mangga dan bertelur. Serangan biasanya terjadi pada saat buah mulai muncul.
Gejala Serangan
Terdapat titik-titik hitam di permukaan buah akibat tusukan lalat buah. Produktivitas mangga menurunan karena banyak bagian daging buah yang membusuk dan gugur. Telur yang menempel di permukaan buah akan berubah menjadi larva yang akan merusak daging buah.
Pengendalian
1. Jaga kebersihan lingkungan, melakukan pengasapan, atau menanam tanaman perangkap di sekitar mangga, seperti selasih.
2. Bungkus buah dengan plastik atau kertas.
3. Pasang perangkap lalat buah yang diberi Petrogenol 800 L.
4. Memanfaatkan musuh alami, seperti parasitoid dari famili Braconidae (Bioteres sp. dan Opius sp.).

c. Rayap (Nasutitermes sp.)

Karakteristik
Rayap menyerang tanaman mangga dengan membuat sarang di dalam tanah sampai batang tanaman di atas permukaan tanah. Sarang yang dibuat akan tampak seperti terowongan bila dilihat dari luar.
Gejala Serangan
Rayap biasanya hanya memakan bagian akar tanaman mangga yang sudah mati, tetapi cairan yang dihasilkannya dapat mempercepat kematian kulit batang, sehingga dapat memperluas serangannya.
Pengendalian
1. Jaga kebersihan lingkungan di sekitar tanaman. Buang sisa-sisa ranting, sampah, dan bongkol kayu.
2. Gali dan buang bagian tanaman yang terserang.
3. Bongkar sarang rayap, lalu semprotkan insektisida seperti Regent SC atau taburkan nematisida seperti Furadan 3 G dalam media tanam.

d. Penggerek Batang (Rhytidodera rufomaculata)

Karakteristik
Berupa ulat yang menggerek batang atau cabang hingga terbentuk lubang dan mengakibatkan keropos. Hama ini biasanya menyerang saat musim hujan. larva (ulat) yang akan menggerek batang atau cabang sampai ke bagian tengah batang dan membentuk lubang seperti lorong-lorong. Tingkat serangan yang tinggi akan menyebabkan jaringan pembuluh kayu (xylem) rusak dan mengering, sehingga pendistribusian hasil fotosintesis terputus. Tanaman menjadi layu, daunnya rontok, dan akhirnya mati.
Pengendalian
1. Meletakkan batang katu di dekat pohon sebagai perangkap agar kumbang bertelur di kayu, bukan di batang mangga.
2. Buang dan bakar cabang yang terserang hama.
3. Manfaatkan musuh alami berupa parasit telur, seperti Promuscidaea, Anagyrus, dan Eupelmus. Biakkan dan tebar parasit tersebut di sekitar tanaman dapat dilakukan untuk menekan pertumbuhan telur
4. Semprotkan pestisida berbahan aktif mancozeb, betasiflutrin, dan karbufuron, seperti Buldok 25 EC dengan dosis 2 ml/liter air.

e. Penggerek Buah (Noorda albizonalis Hampson)

Karakteristik
Ulat berwarna hijau keunguan, dengan panjang serangga dewasanya 1,6?2 mm. Serangga dewasa biasanya aktif pada sore hari. Serangga dewasa mengisap buah mangga dan menusuk buah untuk meletakkan telur-telurnya. Hama ini biasanya menyerang buah yang masih berukuran kecil (55?60 hari setelah muncul buah).
Gejala serangan
Adanya bintik-bintik di permukaan buah yang merupakan bekas tusukan serangga dewasa untuk meletakkan telur. Telur tersebut berubah menjadi larva yang akan menggerek buah dan memakan jaringan di bawah kulit buah. Buah yang terkena serangan akan menjadi rusak dan berguguran.
Pengendalian
1. Petik buah yang diserang, lalu benamkan dalam tanah.
2. Bungkus buah yang masih berukuran kecil menggunakan plastik atau kertas koran.
3. Gunakan musuh alami berupa larva Rhynchium attrisum
4. Semprotkan insektisida berbahan aktif ethofenprox atau deltametrin seperti Decis 2,5 EC atau yang berbahan aktif Betasilflutrin seperti Buldok 25 EC dengan dosis 2 ml/liter yang diaplikasikan pada sore hari.

B. Penyakit

a. Antraknosa (Colletotrichum gloeosprorioides)

Karakteristik
Disebabkan oleh jamur Colletotrichum gloeosprorioides. Penyakit antraknosa tidak hanya menyerang tanaman mangga selama masa pertumbuhan, tetapi juga selama proses penyimpanan setelah panen. Antraknosa biasanya menyerang pada awal musim hujan. Selama masa pertumbuhan, antraknosa biasanya menyerang tanaman mangga di bagian daun muda, batang, bunga, dan buah.
Gejala serangan
Di daun terdapat bercak bulat hingga angular berwarna cokelat dan kelabu di tengahnya, kadang-kadang berlubang (shot hole) dan berwarna kuning di bagian tepi. Daun yang terserang akan mengering dan akhirnya gugur. Batang muda yang terserang antraknosa ditandai dengan adanya bercak-bercak berwarna cokelat kelabu membentuk gelang. Gejala di bagian bunga ditandai dengan adanya bercak kecil berwarna hitam yang dapat menyebabkan bunga rontok. Gejala di bagian buah ditandai dengan adanya bercak hitam di bagian kulit buah yang kemudian membesar dan mengakibatkan buah membusuk
Pengendalian
1. Memusnahkan gulma, membakar daun-daun yang gugur, dan rutin melakukan pemangkasan setelah panen atau sebelum muncul tunas baru.
2. Memperbaiki draenase kebun.
3. Semprotkan fungisida dengan komposisi mancozeb 0,25% + dicotophos 0,2% + pupuk daun 2 gram/liter air. Penyemprotan dilakukan sejak tunas bunga terbentuk hingga masa pemasakan buah dalam selang waktu 7?10 hari. Fungisida lain yang dapat diberikan di antaranya Dithane M 45, Benlate, dan Antracol 70 WP.

b. Penyakit Busuk Akar (Rosellina bunodes)

Karakteristik
Rosellina bunodes menyerang akar tanaman mangga dengan membentuk miselium berwarna hitam yang dapat menyebabkan perakaran membusuk. Penyakit busuk akar menular melalui kontak antara akar yang terserang dengan akar yang sehat.

Gejala serangan
Daun paling ujung berwarna kuning dan berukuran lebih kecil, cabang-cabang mengering, dan pertumbuhan tunas terhambat. Akar yang terserang penyakit ini tidak akan mampu menyerap unsur hara secara maksimal.
Pengendalian
1. Sterilisasi media tanam menggunakan Ridomil 2 G, Basamid G, atau Vapan.
2. Jika tingkat serangan tidak terlalu parah, dapat buka akar yang berada dekat permukaan tanah, lalu potong bagian akar yang sakit. Olesi bekas potongan dengan obat penutup luka, berupa ter atau karbolineum parafin.
3. Jika telah parah, bongkar segera tanaman, lalu bakar untuk menghindari penularan ke tanaman lainnya.

c. Embun Jelaga (Capnodium mangiferae)

Karakteristik
Menyerang bagian daun dan ranting tanaman mangga. Cairan madu yang dikeluarkan oleh hama?seperti kutu putih, kutu sisik, atau wereng?merupakan makanan bagi cendawan Capnodium mangiferae.
Gejala serangan
Cendawan embun jelaga menyebabkan warna hitam di permukaan daun dan ranting. Tingkat serangan yang tinggi dapat menyebabkan hampir seluruh permukaan daun dan ranting berwarna hitam. Hal ini mengakibatkan proses fotosintesis terganggu, sehingga pertumbuhan tanaman terganggu

Pengendalian
1. Memberantas hama yang mengeluarkan cairan madu, sumber makanan cendawan. Semprotkan pestisida atau buang menggunakan tangan. Buang dan bakar daun atau ranting yang terserang.
2. Buang bagian tanaman yang terserang, lalu bakar.
3. Semprotkan fungisida berbahan aktif mankozeb, seperti Dithane M-45, Vondozeb 80 WP, Nemispor 80 WP, atau Trimiltox 65 WP.

d. Penyakit Busuk Buah (Psedomonas mangifera indica)

Gejala serangan
Adanya bercak kecil yang kemudian membesar dan mengalami perubahan warna, dari hijau, kuning kehijauan, kuning, dan akhirnya cokelat atau hitam. Serangan penyakit busuk buah mematikan jaringan penyusun organ (gejala nekrosa), sehingga menyebabkan buah membusuk. Penyakit ini juga dapat menyerang bagian tanaman lainnya, seperti daun muda, batang muda, dan tangkai daun.
Pengendalian
1. Menjaga sanitasi di sekitar lingkungan tanaman melalui pemangkasan yang teratur untuk menjaga kelembapan tanaman.
2. Buang dan bakar buah yang terserang penyakit.
3. Semprotkan fungisida berbahan aktif mankozeb seperti Dithane M-45 atau yang berbahan propineb seperti Antracol 70 WP.


reff : http://panduanbertanam.blogspot.com/2016/04/pengendalian-dan-membasmi-hama-tanaman.html
Category: articles