Sunday, December 6, 2015

Cara Pemijahan Dwarf Guramy / Gurami Kerdil
Ikan Gurame Mini alias Gurami Kerdil (Dwarf Gourami, Colisa lalia) Ikan gurame mini alias gurami kerdil (Dwarf Gourami, Colisa lalia) adalah spesies ikan air tawar bersifat bentik pelagis. Merupakan ikan asli dari daerah Bangladesh, India dan Pakistan. Bahkan ditemukan juga di Myanmar dan Nepal. Ikan gurame mini alias gurami kerdil (Dwarf Gourami) telah banyak diintroduksi ke beberapa negara lainnya seperti Singapura, Kolombia dan Amerika Serikat, termasuk juga Indonesia.

Habitat asli ikan gurame mini adalah danau atau sungai berarus tenang dan anak-anak sungai. Habitat ikan gurame kerdil umumnya padat ditumbuhi oleh tanaman air dan pada habitat tersebut dapat ditemui berbagai jenis ikan gurame mini dari genus Colisa hidup bersama-sama.Ikan gurame mini seringkali dipelihara bersama-sama dengan ikan-ikan jenis tetra, guppy, atau ikan platy pedang (Xiphophorus helleri) dan merupakan jenis ikan yang mirip dengan ikan sepat mutiara.

Parameter Ikan Draft Guramy

SuhupHOksigenJumlah TelurUmur indukan
25-28 C6-7,5> 3100-1000> 8 bulan

Media Pemeliharaan Ikan Gurame Mini / Gurami Kerdil (Dwarf Gourami)
Ikan gurame mini seringkali dipelihara di akuarium berukuran kecil, tetapi ukuran minimum akuarium yang disarankan adalah 60 cm (24 inci). Tempatkan akuarium di tempat yang cukup tenang di rumah, karena ikan gurame kerdil ini terkadang menjadi sangat gelisah bila mendapatkan situasi banyak suara. Di dalam akuarium, ikan gurame mini mendiami daerah tengah dan atas dari akuarium.

Pemilihan Indukan Ikan Gurami Kerdil
  • Jantannya berwarna biru menarik dengan garis merah indigo pada daerah bawah atau perutnya.
  • Kalau akan memijah, di bagian perutnya terdapat garis-garis merah diagonal.
  • Sirip punggungnya merah dan Sirip lainnya orange dengan titik-titik biru.
  • Sementara betina berwarna kuning cerah dan siripnya lebih membulat.
Pemijahan Ikan Dwarf Guramy
  • Untuk tempat memijah,akuariumperlu dilengkapi dengantanaman air yang mengapung.
  • Induk jantan dan betina dapat dicampurkan dan dapat berpijah secara masal dengan perbandingan 1 : 1. Telurnya bersifat mengapung sehingga jantan tidak sulit memasukkannya ke sarang.
  • Di sini ikan jantan akan membuat sarang busa atau sarang gelembung dari air ludahnya, sebagai tempat memijah dan menyimpan telur hingga menetas nanti.
  • Percumbuan dan pemijahan akan berlangsung di sarang ini, dan sesudah telur dikeluarkan dan dibuahi, sepat betina akan diusir keluar oleh si jantan. Sebagaimana jenis-jenis sepat lainnya, jantan sepat mutiara akan menjagai telur-telur ini hingga menetas.
  • Betina sebaiknya diambil setelah selesai memijah, sedangkan jantan diambil bila larvanya sudah bisa berenang.
Telur akan menetas dalam waktu satu hari dan berenang bebas pada umur seminggu. Larvanya dapat diberi pakan infusoria setelah berenang atau keluar dari sarang. Dua atau tiga hari kemudian, larva dapat diberi kutu air saring dan selanjutnya kutu air besar. Untuk ikan dewasa dapat diberi cacing sutera atau pelet.

Sepandai - pandainya tupai melompat sesekali jatuh juga, Sepandai - pandainya seseorang sekali waktu ada salahnya pula.
Semoga Bermanfaat


reff : http://www.alamikan.com/2014/05/cara-pembenihan-dwarf-guramy-gurami.html
Category: articles

Iklim, Media, Ketinggian Tempat Tanaman Manggis - Budidaya Petani. Untuk menanam buah manggis perlu memperhatikan hal2 berikut ini supaya tanaman manggis dapat tumbuh dengan baik. Berikut ini adalah Iklim, Media, dan Ketinggian Tempat yang Cocok Untuk Tanaman Manggis.

1.Iklim Yang Cocok Untuk Budidaya Tanaman Manggis
  • Angin berperan dalam budidaya buah manggis sangat mempengaruhi terutama dlm penyerbukan bunga utk tumbuhnya buah. Angin yg baik tidak terlalu kencang.
  • Tempat yg cocok utk budidaya manggis adalah daerah yg memiliki curah hujan tahunan 1.500 s/d 2.500 mm per tahun & merata sepanjang tahun.
  • Suhu berkisar 22-32C.
2.Media Tanam Tanaman Manggis
  • Tanah yg cocok utk budidaya manggis adalah tanah yg subur, gembur, mengandung bahan organik.
  • Derajat keasaman tanah (pH) yg ideal utk budidaya manggis adalah 5?7.
  • Membutuhkan daerah dengan drainase yg baik & tidak tergenang air, serta air tanah berada di kedalaman 50?200 m
3.Ketinggian Tempat Untuk Buah Manggis
Pohon manggis dapat tumbuh di dataran rendah s/d ketinggian 1.000 m dpl. Namun untuk Budidaya Buah Manggis terbaik dicapai pada daerah dengan ketinggian di bawah 500-600 m dpl. Baca selengkapnya tentang Cara Budidaya Tanaman Manggis dapat dilihat melalui link berikut >> Budidaya Manggis
Demikian Iklim, Media, Ketinggian Tempat Tanaman Manggis, semoga bermanfaat.
http://budidaya-petani.blogspot.com/2013/03/iklim-media-ketinggian-tempat-tanaman.html
Baca Juga:
Hama dan Penyakit Tanaman Mangga
Pedoman Budidaya Tanaman Mangga
HAMA & PENYAKIT TANAMAN KRISAN
PEDOMAN BUDIDAYA BUNGA KRISAN


reff : http://budidaya-petani.blogspot.com/2013/03/iklim-media-ketinggian-tempat-tanaman.html
Category: articles

Agribisnis Bunga Krisan - Bunga Krisan ini meskipun sepintas terlihat sama dengan bunga yang sering tumbuh dipekarangan rumah ataupun kebun-kebun ternyata memiliki nilai jual yang tinggi dipasaran. bunga hias yang terlihat biasa saja, namun permintaannya untuk ekspor tetap tinggi. bunga ini biasanya diminta dalam bentuk bunga potong maupun masih dalam pot. bunga potong permintaannya tinggi di pasaran internasional. biasanya bunga potong krisan digunakan dalam acara-acara tertentu. sedangkan bunga krisan dalam pot untuk hiasan didalam rumah ataupun kantor-kantor. budidaya bunga krisan ini sangat menguntungkan jika pembudidayaannya dilakukan secara tepat.


BUDIDAYA TANAMAN HIAS BUNGA KRISAN

Krisan merupakan tanamanbunga hiasberupa perdu dengan sebutan lain Seruni atau Bunga emas (Golden Flower) berasal dari dataran Cina. Krisan kuning berasal dari dataran Cina, dikenal dengan Chrysanthenum indicum (kuning), C. morifolium (ungu dan pink) dan C. daisy (bulat, ponpon). Di Jepang abad ke-4 mulai membudidayakan krisan, dan tahun 797bunga krisandijadikan sebagai simbol kekaisaran Jepang dengan sebutan Queen of The East. Tanaman krisan dari Cina dan Jepang menyebar ke kawasan Eropa dan Perancis tahun 1795. Tahun 1808 Mr. Colvil dari Chelsa mengembangkan 8 varietas krisan di Inggris. Jenis atau varietas krisan modern diduga mulai ditemukan pada abad ke-17. Krisan masuk ke Indonesia pada tahun 1800. Sejak tahun 1940, krisan dikembangkan secara komersial.Krisan(Seruni)bernama latin(Chrysantemum morifolium)terdiri dari 2 tipe, yaitu tipe standar (tunggal) yang memiliki 1 bunga tiap batang dan tipe spray yang memiliki banyak bunga di tiap batang. Kedua tipe ini cocok ditanam di daerah yang ketinggiannya 250-1.400 m dari permukaan laut, dengan suhu harian siang 25-34oC. Dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah dengan struktur gembur, subur, dan berdrainase baik serta pH tanah 5,5-6,5.


SYARAT PERTUMBUHAN

1. Iklim

Tanaman krisan membutuhkan air yang memadai, tetapi tidak tahan terhadap terpaan air hujan. Oleh karena itu untuk daerah yang curah hujannya tinggi,penanaman dilakukan di dalam bangunan rumah plastik.
Untuk pembungaan membutuhkan cahaya yang lebih lama yaitu dengan bantuan cahaya dari lampu TL dan lampu pijar. Penambahan penyinaran yang paling baik adalah tengah malam antara jam 22.30?01.00 dengan lampu 150 watt untuk areal 9 m 2 dan lampu dipasang setinggi 1,5 m dari permukaan tanah. Periode pemasangan lampu dilakukan sampai fase vegetatif (2-8 minggu) untuk mendorong pembentukan bunga.
Suhu udara terbaik untuk daerah tropis seperti Indonesia adalah antara 20-26 derajat C. Toleran suhu udara untuk tetap tumbuh adalah 17-30 derajat C.

Tanaman krisan membutuhkan kelembaban yang tinggi untuk awal pembentukan akar bibit, setek diperlukan 90-95%. Tanaman muda sampai dewasa antara 70-80%, diimbangi dengan sirkulasi udara yang memadai.
Kadar CO2 di alam sekitar 3000 ppm. Kadar CO2 yang ideal untuk memacu fotosistesa antara 600-900 ppm. Pada pembudidayaan tanaman krisan dalam bangunan tertutup, seperti rumah plastik, greenhouse, dapat ditambahkan CO2, hingga mencapai kadar yang dianjurkan.

2. Media Tanam

Tanah yang ideal untuk tanaman krisan adalah bertekstur liat berpasir, subur, gembur dan drainasenya baik, tidak mengandung hama dan penyakit.Derajat keasaman tanah yang baik untuk pertumbuhan tanaman sekitar 5,5-6,7.

5. Ketinggian Tempat

ketinggian tempat yang ideal untuk budidaya tanaman ini antara 700?1200 m dpl.

PEMBIBITAN

PersiapanBenih

Bibit yang akan ditanam bisa berasal dari benih maupun setek pucuk. Tetapi pada saat ini yang banyak digunakan adalah stek pucuk, karena jika menggunakan benih biasanya terjadi segregasi pada krisan hibrid. Stek pucuk dipilih yang panjangnya 7,5-10 cm. Untuk mempercepat keluarnya akar, sebelum ditanam, bagian pangkal dari pucuk batang diolesi hormon pertumbuhan akar, misalnya Rootone F.Stek pucuk yang memenuhi syarat dapat langsung ditanam dalam media pengkaran selama 2 minggu.

PembuatanBedengan

Lahan yang akan dibuat bedengan sebaiknya digemburkan dan difumigasi, agar mengurangi serangan hama dan bibit penyakit. Biasanya fumigasi dilakukan 3 minggu sebelum tanam.Bedengan dibuat dengan lebar 1-1,2 m, dan jarak antar bedengan 30 cm. Tanah pada tiap-tiap bedengan digali sedalam 50 cm, kemudian diisi dengan media berupa sekam, pupuk kandang dan tanah dengan perbandingan 1 : 2 : 2.Setelah bedengan selesai, stek pucuk yang telah berakar sepanjang 1-1,5 cm dapat langsung ditanam dengan jarak 20 x 20 cm. Sebelum ditanam pilih stek pucuk yang perakarannya baik, sehat dan bebas hama penyakit.Pertumbuhan tanaman dan produksi bunganya akan lebih baik lagi apabila areal penanamannya berada di bawah naungan yang terbuat dari plastik atau dalam rumah kaca.


Pemupukandan Perawatan

Untuk mendapatkan tanaman yang sehat dan tumbuh subur dengan produksi bunga yang kualitas dan kuantitasnya tinggi, perlu diperhatikan jenis dan dosis pupuk yang tepat. Jenis dan dosis pupuk yang diberikan per m2adalah urea 10 gram, TSP 10 gram, Za 15 gram dan KNO325 gram. Pemupukan ini cukup dilakukan sekali dalam sebulan.Gulma yang tumbuh di sekitar tanaman perlu disiangi setiap 2 minggu sekali. Hal ini penting dilakukan untuk menghindari terjadinya perebutan zat-zat makanan, dan penyiangan berfungsi sebagai penggemburan media tanam.

Untuk mendapatkan percabangan tanaman, perlu dilakukan pembuangan titik tumbuh 0,5 cm pada saat atnaman berumur 2 minggu.Krisan termasuk tanaman yang pembungaannya membutuhkan penyinaran kurang dari 12 jam tiap hari. Tetapi untuk merangsang pertumbuhan vegetatifnya, tanaman ini perlu diberikan tambahan cahaya empat jam yang dilakukan mulai dari saat tanam sampai ketinggian tanaman yang diinginkan. Penambahan cahaya diberikan setiap malam mulai pukul 22.00-02.00, dengan menggunakan lampu pijar berkekuatan 60 watt.

Hama dan Penyakit

Hama yang banyak menyerang tanaman ini antara lain kutu daun(Adhip sp), tungau,penggerek dan penggorok daun.Kutu daun(Aphid sp.)baisanya tampak bergerombol pada tunas-tunas atau bagian bawah daun yang masih muda. Gejalanya daun menjadi lebih kecil dan keriting. Sedangkan tungau akan menyebabkan daun berkeriput dan dapat membawa virus. Penggerak tangkai bunga menyerang dengan cara menggerek tangkai bunga yang sudah mulai mekar. Bunga yang terserang menjadi busuk dan hancur. Gejalanya terlihat bekas korokan putih yang berkelok-kelok. Akibatnya daun yang terserang menjadi kering, menguning lalu gugur.

Penanggulangannya sekali seminggu, tanaman disemprot menggunakan insektisida, seperti Diazinon,Decis, Ripcord. Penyakit yang senang menyerang tanaman ini antara lain karat putih(Pucciniasp.), busuk bunga kelabu(Boryttis cinerea), dan bercak kuning(Septoriachrysanthemi).Pada karat putih gejala yang terlihat adalah banyak pustul putih kecokelatan yang terutama ada pada bagian bawah daun. Serangannya mengakibatkan tanaman menjadi kerdil, bunga mengecil dan akhirnya membusuk. Busuk bunga kelabu(Boryttis cinerea)memperlihatkan gejala warna mahkota bunga yang terserang menjadi cokelat kebasahan dan terdapat massa spora abu-abu kecokelatan. Sedangkan penyakit bercak kuning(Septoria chrysanthemi)menyebabkan timbulnya bercak-bercak kuning pada daun yang kemudian berubah warna menjadi cokelat kehitaman. Pada serangan yang berat, daun akan layu dan kering.
Fungisida yang dapat digunakan untuk mengendalikan penyakit ini antara lain Benlate danDithane M-45, diberikan sekali seminggu atau sesuai dengan kebutuhan.


Panen danPasca Panen

Bunga sudah dapat dipanen setelah tanaman berumur 3-3,5 bulan dengan kriteria 75-80% dari seluruh kuntum bunga telah mekar penuh. Tangkai bunga dipotong dengan pisau yang tajam 5-7,5 cm dari permukaan tanah, kemudian dibersihkan dari daun-daun yang kering dan berpenyakit. Setelah itu dapat dilakukan pengikatan bunga berdasarkan jenisnya, setiap ikatan terdiri dari 12-15 tangkai.
Agar lebih awet dan segar, bunga yang akan dipasarkan mampu dirangkai di dalam vas bunga dapat direndam dengan air yang diberi bahan pengawet chrystal dalam dosis 1 bungkus (kurang lebih 5 gram) dicampur dengan satu liter air, selama 2 hari sekali campuran diganti, selama bunga belum terjual. Untuk mempercepat penyerapan air ke dalam tangkai bunga dapat dilakukan pemotongan ulang sepanjang 5 cm. Suhu optimum untuk penyimpanan bunga adalah 3-5oC dengan kelembapan 80-90%.

MANFAAT BUNGA KRISAN

Kegunaan tanaman krisan yang utama adalah sebagai bunga hias. Manfaat lain adalah sebagai tumbuhan obat tradisional dan penghasil racun serangga. Sebagai bunga hias, krisan di Indonesia digunakan sebagai:
1. Bunga pot
Ditandai dengan sosok tanaman kecil, tingginya 20-40 cm, berbunga lebat dan cocok ditanam di pot, polibag atau wadah lainnya. Contoh krisanmini(diameter bunga kecil) ini adalah varietas Lilac Cindy (bunga warna ping keungu-unguan), Pearl Cindy (putih kemerah-merahan), White Cindy (putih dengan tengahnya putih kehijau-hijauan), Applause (kuning cerah), Yellow Mandalay (semuanya dari Belanda). Krisan introduksi berbunga besar banyak ditanam sebagai bunga pot, terdapat 12 varitas krisan pot di Indonesia, yang terbanyak ditanam adalah varietas Delano (ungu), Rage (merah) dan Time (kuning).

2.Bunga potongKrisan : Ditandai dengan sosok bunga berukuran pendek sampai tinggi, mempunyai tangkai bunga panjang, ukuran bervariasi (kecil, menengah dan besar), umumnya ditanam di lapangan dan hasilnya dapat digunakan sebagai bunga potong. Contoh bunga potong amat banyak antara lain Inga, Improved funshine, Brides, Green peas, Great verhagen, Puma, Reagen, Cheetah, Klondike dll.

Selain sebagai tanaman hias, tanaman Krisan juga dibudidayakan sebagai ramuan kesehatan, seperti di Jepang, kelopak Bunga krisan juga dipercaya dapat memberikan kesehatan apabila diminum bersama segelas anggur. Selain itu juga tersedia obat-obatan berbahan baku krisan. Minuman teh krisan juga banyak dijumpai. Krisan yang dijadikan minuman adalah krisan berwarna kuning dan putih.Jenis penyakit yang dapat diobati dengan tanaman ini antara lain influenza, bahkan membersihkan liver.

Selain bermanfaat sebagai relaksasi, teh krisan juga dipercaya berkhasiat menyembuhkan. Teh ini menyegarkan tenggorokan, memperindah bentuk tubuh, memulihkan kesehatan, dan baik untuk menjaga kesehatan mata. Seorang ahli tanaman obat mengatakan, untuk tumbuhan sejenis Bunga krisan biasanya mengandung zat antioksidan yang mampu menyerap racun dalam tubuh.


reff : http://nangimam.blogspot.com/2014/06/manfaat-dan-agribisnis-bunga-krisan.html
Category: articles
Kandungan Cabe - Budidaya Petani. Adapun kandungan di dlm cabe yg dimaksud yaitu vitamin C & betakaroten (provitamin A). Dua kandungan cabe tersebut lebih daripada buah-buahan seperti nanas, semangka, mangga maupun pepaya.

Selain kandungan tersebut, cabe juga mengandung mineral. Kadar mineral di dlm cabe lebih tinggi daripada di dlm ikan segar. Utamanya kadar mineral berupa kalsium & fosfor.  Cabe memiliki jenis yg beragam, diantaranya cabe hijau, cabe rawit, cabe merah & sebagainya. Cabe hijau & paprika mengandung vitamin C lebih tinggi daripada jenis cabe lainnya.

Zat yg membuat cabai terasa pedas adalah kapsaisin . Zat tersebut tersimpan dlm urat putih cabai, tempat melekatnya biji. Kapsaisin ini bersifat stomakik. Maksud dari stomakik yakni dapat meningkatkan nafsu makan. Zat tersebut juga mampu merangsang produksi hormon endorphin sehingga kenikmatan rasa cabe dapat dimunculkan dengannya. Zat kapsaisin dlm cabe juga memiliki fungsi yg lain yaitu dapat mengencerkan lendir. Ketika lendir encer maka penyumbatan pada tenggorokan & hidung dapat terasa longgar. Sifat dari zat kapsaisin yaitu antikoagulan. Zat dlm cabe tersebut dapat menjaga darah supaya tetap encer & mencegah terbentuknya kerak lemak pada pembuluh darah. Hal tersebut juga dapat memperkecil kemungkinan menderita serangan stroke, jantung koroner & impotensi.

Teknik budidaya cabe terus dikembangkan seiring kemajuan teknologi di berbagai bidang & manfaatnya bagi kehidupan manusia. dlm dunia industri farmasi, cabe merupakan salah satu bahan campuran untuk pembuatan balsem, inhaler, & permen pengganti rokok. Sedangkan bubuk cabe juga bisa digunakan sebagai pengganti fungsi lada. Biasanya rasa yg dimiliki lada mampu memancing selera makan.

Cabe juga digunakan dlm pembuatan minuman ginger beer. Selain kegunaan tersebut, bubuk cabepun dapat dijadikan sebagai bahan obat penenang. Beberapa kandungan di dlm cabe memberikan banyak manfaat bagi tubuh. Kandungan bioflavonoids yg ada di dlm cabe, selain dapat menyembuhkan radang akibat udara dingin, juga dapat menyembuhkan polio.

Demikian artikel ttg kandungan cabe, semoga bermanfaat.
http://budidaya-petani.blogspot.com/2013/02/kandungan-cabe.html
Baca juga
Budidaya Cabe


reff : http://budidaya-petani.blogspot.com/2013/02/kandungan-cabe.html
Category: articles

Cara Budidaya Tomat Yang Baik Dan Benar - tomat merupakan jenis tanaman yang mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi. Buah yang satu ini mengandung vitamin C ya baik untuk kesehatan. Buah ini enak untuk dimakan begitu saja maupun untuk campuran sayuran. untuk itu sebelum anda membudidayakan Tomat, anda perlu mengetahui terlebih dahulucara menanam tomat yang baik, agar nantinya menghasilkan produksi yang optimal. Selain berfungsi sebagai sayuran dan buah, tomat juga dimanfaatkan sebagai bahan dasar kosmetik serta obat-obatan.

TeknisBudidaya Tomat

Tanaman tomat dibedakan menjadi dua, yaitu determinate dan indeterminate. Tipe determinate memiliki postur tanaman yang pendek, tandan bunga terletak di setiap ruas batang serta di ujung tanaman. Sedangkan tipe indeterminate, postur tanaman yang tinggi, tandan bunga terletak berseling di antara 2-3 ruas, ujung tanaman tomat tumbuh pucuk muda. Tanaman tomat tipe indeterminate menghasilkan buah dengan ukuran yang besar.

SyaratTumbuh

Tanaman tomat membutuhkan curah hujan antara 100-220 mm/hujan dengan ketinggian tempat berkisar antara 100-1000 mdpl. Intensitas sinar matahari berkisar antara 10-12 jam per hari. Suhu optimal pertumbuhan tanaman tomat berkisar 25-30C, sedangkan proses pembungaan membutuhkan suhu malam hari 15-20C. Tanaman tomat sangat membutuhkan air karena 90% kandungan tomat terdiri dari air.
Agar diperoleh hasil yang optimal, lokasi penanaman tomat sebaiknya bukan di bekas lahan tanaman tomat atau tanaman lain yang masih sefamili.
Persiapan lahan untuk budidaya tomat meliputi:
? Pembajakan dan penggaruan tanah.
? Pembuatan bedengan kasar selebar 110-120 cm, tinggi 40-70 cm dan lebar parit 50-70 cm.
? Pemberian kapur pertanian sebanyak 200 kg/rol mulsa PHP (Plastik Hitam Perak) untuk tanah dengan pH di bawah 6,5.
? Pemberian pupuk kandang fermentasi sebanyak 40 ton/ha dan pupuk NPK 15-15-15 sebanyak 150 kg/rol mulsa PHP, kemudian dilakukan pengadukan/pencacakan bedengan agar pupuk yang sudah diberikan bercampur dengan tanah,
Persiapan selanjutnya adalah :
? Pemasangan mulsa PHP
Pembuatan lubang tanam dengan jarak tanam ideal untuk musim kemarau 60 cm x 60 cm sedangkan musim penghujan bisa diperlebar 70 cm x 70 cm,
? Pemasangan ajir.
Pemasangan ajir dianjurkan dengan sistem ajir tegak supaya kelembaban tanaman tomat terjaga, masing2 ajir dihubungkan gelagar. Agar serangkaian ajir tersebut menjadi kuat, ajir paling pinggir dan setiap 4 ajir dipasang ajir penguat membentuk sudut ? 45.

Pembibitan

Persiapan pembibitan budidaya tomat membutuhkan sungkup pembibitan untuk melindungi bibit muda. Kemudian menyediakan media semai dengan komposisi:
? 20 liter tanah
? 10 liter pupuk kandang.
? 150 g NPK halus.
Media campuran dimasukkan ke dalam polibag semai. Sebelum melakukan penyemaian benih ke media, sebaiknya benih direndam dalam larutan fungisida sistemik berbahan aktif simokanil atau metalaksil dengan dosis ? dosis terendah yang dianjurkan pada kemasan selama ? 6 jam. Untuk mempercepat perkecambahan benih, tutup permukaan media menggunakan mulsa PHP, agar bagian dalam media dalam keadaan lembab.
Pembukaan penutup permukaan media semai dilakukan apabila benih sudah berkecambah, baru kemudian benih disungkup menggunakan plastik transparan. Pembukaan sungkup dimulai jam 07.00-09.00, dibuka lagi jam 15.00-17.00.Setelah benih berumur 5 hari menjelang tanam, buka sungkup secara penuh, ini berfungsi untuk penguatan tanaman. Lakukan penyemprotan fungisida berbahan aktif simoksanil dan insektisida berbahan aktif imidakloprid pada saat berumur 10 hari setelah semai dengan dosis ? dosis terendah.


Penyulaman

Penyulaman budidaya tomat dapat dilakukan sampai umur tanaman tomat 2 minggu. Tanaman tomat yang sudah terlalu tua apabila masih terus disulam mengakibatkan pertumbuhan tidak seragam dan dapat erpengaruh terhadap pengendalian hama penyakit.

Perempelan

Perempelan tunas samping tanaman tomat dilakukan sampai pembentukan cabang, ini dilakukan pada semua tunas yang keluar di ketiak daun, baik di bawah cabang utama maupun di bawah cabang-cabang produktif. Perempelan tunas di bawah cabang utama bertujuan memacu pertumbuhan vegetatif tanaman agar tanaman tomat tumbuh kekar, sedangkan perempelan tunas di bawah cabang-cabang produktif bertujuan untuk mengoptimalkan produksi.

Pemeliharaan

Sanitasi lahan pada budidaya tomat meliputi :
? Pengendalian gulma/rumput
? Pengendalian air saat musim hujan sehingga tidak muncul genangan.
? Pemangkasan daun serta pencabutan tanaman tomat terserang hama penyakit.

PANEN dan PASCA PANEN


Panen pada umur 90-100 HST dengan ciri; kulit buah berubah dari warna hijau menjadi kekuning-kuningan, bagian tepi daun tua mengering, batang menguning, pada pagi atau sore hari disaat cuaca cerah. Buah dipuntir hingga tangkai buah terputus. Pemuntiran buah dilakukan satu-persatu dan dipilih buah yang siap petik. Masukkan keranjang dan letakkan di tempat yang teduh Interval pemetikan 2-3 hari sekali. Supaya tahan lama, tidak cepat busuk dan tidak mudah memar, buah tomat yang akan dikonsumsi segar dipanen setengah matang Wadah yang baik untuk pengangkutan adalah peti-peti kayu dengan papan bercelah dan jangan dibanting. Waspadai penyakit busuk buah Antraknose, kumpulkan dan musnahkan Buah tomat yang telah dipetik, dibersihkan, disortasi dan di packing lalu diangkut siap untuk konsumsi.


reff : http://nangimam.blogspot.com/2014/06/cara-budidaya-tomat-yang-baik-dan-benar.html
Category: articles
SYARAT PERTUMBUHAN RAMBUTAN - Budidaya Petani. Ada beberapa syarat tumbuh untuk tanaman rambutan yang harus ada supaya dalam budidaya tanaman rambutan dapat optimal.

SYARAT PERTUMBUHAN RAMBUTAN

Iklim
  1. Dalam budidaya rambutan angin berperan dlm penyerbukan bunga.
  2. Intensitas curah hujan yg dikehendaki oleh pohon rambutan berkisar antara 1.500-2.500 mm/tahun & merata sepanjang tahun
  3. Sinar matahari harus dapat mengenai seluruh areal penanaman sejak dia terbit sampai tenggelam, intensitas pancaran sinar matahari erat kaitannya dengan suhu lingkungan.
  4. Tanaman rambutan akan dapat tumbuh berkembang serta berbuah dengan optimal pada suhu sekitar 25°C yg diukur pada siang hari. Kekurangan sinar matahari dapat menyebabkan penurunan hasil atau kurang sempurna (kempes).
  5. Kelembaban udara yg dikehendaki cenderung rendah karena kebanyakan tumbuh di dataran rendah & sedang. Apabila udara mempunyai kelembaban yg rendah, berarti udara kering karena miskin uap air. Kondisi demikian cocok untuk pertumbuhan tanaman rambutan.
Media Tanam
  1. Rambutan dapat tumbuh baik pada lahan yg subur & gembur serta sedikit mengandung pasir, juga dapat tumbuh baik pada tanah yg banyak mengandung bahan organik ataui pada tanah yg keadaan liat & sedikit pasir.
  2. Pada dasarnya tingkat/derajat keasaman tanah (pH) tidak terlalu jauh berbeda dengan tanaman perkebunan lainnya di Indonesia yaitu antara 6-6,7 & kalau kurang dari 5,5 perlu dilakukan pengapuran terlebih dahulu.
  3. Kandungan air dlm tanah idealnya yg diperlukan untuk penanaman pohon rambutan antara 100-150 cm dari permukaan tanah.
  4. Pada dasarnya tanaman rambutan tidak tergantung pada letak & kondisi tanah, karena keadaan tanah dapat dibentuk sesuai dengan tata cara penanaman yg benar (dibuatkan bedengan) sesuai dengan petunjuk yg ada.
Ketinggian Tempat
Rambutan dapat tumbuh subur pada dataran rendah dengan ketinggian antara 30-500 m dpl. Pada ketinggian dibawah 30 m dpl rambutan dapat tumbuh namun tidak begitu baik hasilnya. Baca selengkapnya tentang budidaya tanaman rambutan di >> Budidaya Tanaman Rambutan atau di http://budidaya-petani.blogspot.com/2013/03/rambutan.html


reff : http://budidaya-petani.blogspot.com/2013/04/syarat-pertumbuhan-rambutan.html
Category: articles
Hama Penyakit Tanaman Sawo - Budidaya Petani. Berikut adalah hama dan penyakit tanaman sawo yang biasa menyerang.
Hama Tanaman Sawo
  1. Lalat buah(Dacus sp.)
    • Gejala: terdapat bintik-bintik kecil berwarna hitam atau cokelat pada permukaan kulit, tetapi dagin buah sudah membusuk.
    • Pengendalian:
      1. membersihkan : (sanitasi) sisa-sisa tanaman di sekitar tanaman dan kebun;
      2. membungkus buah sejak stadium muda;
      3. memasang perangkap lalat buah yang mengandung bahan metyl eugenol, misalnya M-Atraktan, dalam botol plastik bekas;
      4. menyemprotkan perangkap lalat buah, seperti Promar yang dicampur dengan insektisida kontak atau sistemik;
      5. menginfus akar tanaman dengan larutan insektisida sistemik, seperti Tamaron, dengan konsentrasi 3-5% pada fase
        sebelum berbunga;
      6. menyemprot tanaman dengan insektisida kontak, seperti Agrothion 50 EC dengan dosis 3-4 cc/liter air.
  2. Kutu hijau (Lecanium viridis atau Coccus viridis) dan Kutu cokelat(Saissetia nigra)
    • Menyerang ranting muda dan daun tanaman sawo dengan cara menghisap cairan yang terdapat di dalamnya. Selain menghisap cairan, kutu-kutu ini juga menghasilkan embun madu yang dapat mengundang kehadiran cendawan jelaga.
    • Pengendalian: dengan penyemprotan insektisida, seperti Diasinon 60 EC dengan dosis 1-2 cc/liter air atau Basudin 50 EC dengan dosis 2 cc/liter air yang disemprotkan langsung ke kutu-kutu tersebut.
Penyakit Tanaman Sawo
  1. Jamur upas
    • Penyebab: jamur Corticium salmonocolor. Spora dari jamur ini menular kemana-mana oleh hembusan angin.
    • Gejala:
      1. Stadium rumah laba-laba, yaitu ditandai dengan munculnya meselium tipis berwarna mengkilat seperti sutera atau perak. pada stadium ini jamur belum masuk ke dalam kulit tanaman sawo;
      2. Stadium bongkol, yaitu stadium dimana jamur membentuk gumpalan-gumpalan hifa di depan lentisel;
      3. Stadium corticium, yaitu stadium dimana jamur membentuk kerak berwarna merah muda yang berangsur-angsur berubah menjadi lebih muda lalu menjadi putih. Kerak yang terbentuk terdiri dari lapisan basidium yang pada
        setiap basidiumnya terdapat basidiospora. Kulit tanaman sawo yang terdapat di bawah kerak tersebut akhirnya busuk;
      4. Stadium necator, yaitu stadium dimana jamur membentuk banyak piknidium yang berwarna merah. Piknidium ini terdapat pada sisi cabang atau ranting yang lebih kering.
    • Pengendalian:
      1. Pada stadium laba-laba, penyakit ini dapat diatasi dengan cara menggosok tempat yang terserang jamur sampai hilang. Bekas luka gosokan diolesi dengan cat meni, ter, atau carbolineum;
      2. Penyemprotan dengan fungisida yang mengandung tembaga berkadar tinggi seperti Cupravit OB 21 dengan dosis 4 gram/liter air setiap tiga minggu sekali untuk menghindari munculnya serangan lagi;
      3. Pemotongan pada bagian tanaman yang terserang apabila jamur sudah mencapai stadium bongkol, corticium, atau necator. Pemotongan dilakukan pada bagian yang sehat jauh dari batas bagian yang sakit. Bagian yang dipotong kemudian diolesi dengan fungisida dan dibakar.
  2. Jamur jelaga
    • Penyebab: jamur Capnodium sp.
    • Gejala: serangan jamur ini berupa warna hitam seperti beludru yang menutupi permukaan daun sawo. Serangan lebih lanjut dapat menutupi seluruh daun dan ranting tanaman sawo.Jika serangan jamur ini berjumlah banyak, proses fotosintesa tanaman sawo akan terganggu sehingga pertumbuhan terhambat. Serangan yang terjadi pada saat tanaman berbunga dapat mengakibatkan buah yang terbentuk hanya sedikit. Jika yang terserang adalah buah, dapat menyebabkan kerontokan atau berkurangnya kualitas buah.
    • Pengendalian:
      1. melenyapkan serangga yang menghasilkan embun madu terlebih dahulu dengan insektisida;
      2. dilakukan penyemprotan dengan fungisida seperti Antracol 70 WP dengan dosis 2 gram/liter air atau Dithane M-45 80 WP dengan dosis 1,8-2,4 gram/liter air.
  3. Busuk buah
    • Penyebab: jamur Phytopthora palmivora Butl.
    • Gejala: mula-mula kulit buah berbercak-bercak kecil berwarna hitam atau cokelat, kemudian melebar dan menyatu secara tidak beraturan, daging buah membusuk dan berair, serta kadang-kadang buah berjatuhan (gugur).
    • Pengendalian:
      1. dengan cara pemotongan buah yang sakit berat, pengumpulan dan pemusnahan buah yang terserang;
      2. penyemprotan fungisida, seperti Dithane M-45 80 WP dengan dosis 1,8 gr ? 2,4 gram/liter air.
  4. Hawar benang putih
    • Penyebab: jamur (cendawan) Marasmius scandens Mass, yang tumbuh pada permukaan batang dan cabang tanaman sawo.
    • Gejala: daun-daun mengering dan berguguran. Pada ranting yang mengering terdapat benang-benang jamur berwarna putih.
    • Pengendalian:
      1. dengan cara mengurangi kelembaban kebun, memotong bagian tanaman yang sakit berat;
      2. mengoleskan atau menyemprotkan fungisida, seperti Benlate dengan dosis 2 gr/1 air.
 Artikel Lainnya :
 Manfaat dan Khasiat Daun Sirih
 Manfaat Madu Untuk Kecantikan Kulit Wajah dan Rambut


reff : http://budidaya-petani.blogspot.com/2013/05/hama-penyakit-tanaman-sawo.html
Category: articles