Friday, December 18, 2015

Yuk belajar menanam pisang kepok
Budidaya pisang kepok
Pisang boleh jadi merupakan jenis buah yang paling umum ditemui tak hanya di perkotaan tetapi sampai ke pelosok desa. Ada beragam jenis buah pisang salah satunya adalah pisang kapok. Jenis yang satu ini memiliki ciri-ciri bentuk buah yang cenderung pipih dan tidak bulat memanjang seperti varian pisang lainnya. Maka itu, ia disebut juga dengan nama pisang gepeng. Si kapok ini termasuk ke dalam jenis pisang yang lebih enak dikonsumsi setelah diolah. Ia terdiri dari dua jenis yakni pisang kapok kuning dan pisang kapok putih. Pisang dengan daging berwarna kuning biasanya jauh lebih mahal karena rasanya memang lebih enak jika dibandingkan dengan pisang kepok daging putih. Pada dasarnya pisang kepok ini bisa tumbuh di mana saja, namun untuk kualitas buah yang baik, biasanya ada persyaratan lahan tanam yang harus dipenuhi. Budidaya pisang kepok banyak dilirik para petani sebab permintaan terhadap jenis pisang yang satu ini selalu stabil. Tertarik mencoba?


Persyaratan Tumbuh

Iklim

Secara prinsipil, budidaya pisang kepok sama saja dengan jenis pisang lainnya. Ia bisa tumbuh di lahan yang kering sekalipun sebab ia mendapat supply air dri cadangan yang ada di batangnya. Hanya saja, dalam kondisi tersebut, produksi buah tentu tidak bisa diharapkan. Iklim tropis yang cenderung basah juga lembab adalah kondisi yang paling baik bagi pertumbuhan pisang. Sementara itu, kondisi angin juga perlu diperhatikan. Tanaman pisang kepok sebaiknya tidak ditanam di wilayah yang sering terkena angin kumbang sebab bisa merusak bagian daunnya serta mempengaruhi perkembangan juga pertumbuhannya. Perhatikan pula curah hujan. Angka paling optimal adalah 1.520 sampai 3.800 mm per tahunnya dengan syarat 2 bulan kering. Cermati pula variasi curah hujan yang harus seimbang dengan ketinggian medium tanam sebab jika tidak akan mudah tergenang dan merusak kualitas batang pisang.

Medium Tanam

Sama seperti tanaman lainnya, pisang kepok juga akan tumbuh subur di medim tanah yang gembur dan kaya akan humus. Jauh lebih baik lagi jika tanah tersebut mengandung kapur atau berupa tanah berat. Pohon pisang termasuk tanaman yang ?rakus? sehingga ada baiknya jika ditanam pada tanah kaya humus yang secara rutin diperbaharui dengan pupuk. Air pada medium tanam juga harus tersedia namun perhatikan agar tidak menggenang. Ketinggian tanah di area basah antara 50 sampai 200 cm, sementara itu di wilayah setengah basah yakni 100 sampai 200 cm. Jika ditanam di wilayah cenderung kering, ketinggiannya sebaiknya 50 sampai 150 cm.

Jangan menanam pisang kepok di tanah yang pernah mengalami erosi sebab hasil panen akan tergangggu. Pastikan pula agar tanah tersebut memiliki resapan air yang tinggi sebab pisang susah hidup pada tanah dengan kandungan garam sekitar 0,07%. Seperti disebutkan sebelumnya, pisang bisa tumbuh di wilayah yang kering dengan ketinggian 1000 m dpl sampai 2000 mdpl.

Budidaya: Pembibitan, Pemeliharaan, Pemanenan!

Bibit


Pisang diperbanyak dengan cara vegetatif yakni dengan menggunakan anakan berupa tunas-tunas muda. Anakan yang baik memiliki ketinggian antara 1 meter hingga 1,5 meter. Adapun lebar umbi sekitar 15 sampai 20 cm. Sebaiknya anakan diambil dari pohon induk yang kualitasnya baik, produktif dan buahnya unggulan. Pastikan pula Anda mencermati tinggi indukan sebab akan mempengaruhi produksi pisang seperti jumlah sisir per tandannya. Bibit pisang ini dibagi ke dalam dua jenis yakni anakan muda dan anakan dewasa. Jauh lebih baik jika menggunakan jenis yang kedua sebab sudah memiliki bakal bungan dan cadangan makanan dalam bonggolnya sudah banyak. Pilih bibit yang daunnya masih mengumpul serupa tombak karena jauh lebih baik jika dibandingkan dengan bibit yang daunnya telah melebar.

Pengolahan Awal Medium Tanam

Pembukaan lahan harus tetap memperhitungkan faktor iklim, letak pasar atau industri, kemananan sosial dan juga prasarana ekonomi. Untuk membuka lahan tanam dalam budidaya pisang kepok, langkah pertama dimulai dengan pembasmian gulma, semak-semak, rumput dan juga melakukan proses penggemburan pada tanah, pembuatan sengkedan dan juga saluran pengeluaran air kelak.

Tanap perlu dibuatkan sengkedan atau teras dengan lebar yang bergantung pada kemiringan medim tanam. Adapun lambung sengkedan sebaiknya didanggah dengan menggunakan rerumputan atau bebatuan jika ada. Jauh lebih baik lagi jika ditanamai tumbuhan legume seperti lamtoro pada batas sengkedan agar tidak erosi. Legume juga memasuk unsur hara N dan mampu menahan angin yang bisa merusak tanaman pisang. Sementara itu saluran pembuangan air dibuat pada lahan dengan kemiringan kecil serta pada tanah yang datar Pada permukaan landasan juga sisi luar sebaiknya ditanami rerumputan agar terhindar erosi.

Penanaman

Bibit pisang sebaiknya ditanam dengan jarak masing-masing bibit agak lebar agar di 3 bulan pertama bisa dipakaikan pola tanam lorong atau tumpang sari antara pisang. Tanaman tumpang sari bisa berupa sayur mayor. Kebanyakan kebun pisang di Asia dengan tingkat hujan yang tinggi, biasanya ditanam bersama dengan kopi, kelapa,kakao dan lain-lain. Ini tentunya memberikan keuntungan ganda bagi petani.

Lubang tanam pada lahan dibuat dengan ukuran 50 x 50 x 50 cm jika medium tanamnya berat, dan 30 x 30 x30 cm jika medium tanamnya cukup gembur. Jarak tanam sebaiknya 3 x 3 m jika tanah kondisinya sedang dan 3,3 x 3,3 m jika tanah kondisinya berat. Proses penanaman dilakukan pada awal musim hujan yang biasanya jatuh pada bulan September menuju oktober. Sebelum ditanami, pada lubang tanam sebaiknya diberi pupuk organik misalnya kompos dan kandang masing-masing 15- 20 kg. Langkah ini kelak akan berpengaruh pada kualitas buah pisang kepok yang dipanen.

Pemeliharaan

Penting untuk melakukan proses penjarangan agar hasil maksimal. Satu rumpun seharusnya hanya terdiri dari 2 hingga 4 batang saja. Jika lebih maka sebaiknya dilakukan penjarangan. Sementara itu, proses penyiangan rumput maupun gulma haris dilakukan secara tertaur terutama pada area yang dekat dengan batang pohon pisang. Langkah penyiangan ini sebaiknya dilakukan dengan langkah penggemburan agar akar dan tunas makin banyak.

Proses pemeliharaan selanjutnya adalah perempalan dimana daun-daun yang sudah kering perlu untuk disingkirkan. Hal ini harus rutin dilakukan. Sementara itu langkah pemupukan dilakukan sebanyak dua kali dalam setahun. Pisang memerlukan kalium dalam jumlah yang cukup besar. Dan dalam 1 hektar pohon pisang butuh kira-kira 207 kg pupuk urea, 608 kg KCI, 138 kg super fosfat dan 200 kg batu kapur. Pemupikan pertama dilakukan setelah 6 bulan dari jarak tanamnya.

Proses pengairan juga penyiraman juga harus dijaga. Langkah ini dilakukan dengan mengairi saluran air yang telah dibuat dan terletak di antara bebarisan tanaman pisang itu sendiri. Langkah selanjutnya adalah memberi musa atau daun kering maupun yang basah. Musa ini berperan untuk mereduksi air yang menguap dan menekan pertumbuhan gulma. Namun jangan dilakukan secara terus menerus sebab bisa membuat tanaman pisang berakar dangkal.

Selanjutnya, jika pohon pisang telah berbuah, maka jantung pisang yang telah berjarak 25 cm dari sisir buah yang paling akhir wajib dipoting sebab jika tidak, keberadaan jantung tersebut akan membuat perkembangan buah terhambat. Jika sisir buah pisang telah berkembang secara sempurna, semua tandan pisang sebaiknya dibungkus menggunakan plastik bening. Sebaiknya gunakan jenis polietilen dengan tebal 0,5 mm dan jangan lupa beri lubang dengan diameter sekitar 1,25 cm. jarak antara masing-masing lubang sekitar 7,5 cm.

Hama Dan Penyakit

Ada banyak hama yang perlu diwaspadai salam usaha budidaya pisang kepok antara lain ulat daun atau erienota thrax. Ia menyerang daun dan membuatnya menggulung dan sobek. Ulat ini bisa ditanggulangi dengan insektisida malathion. Hama lainnya adalah uret kumbang. Ia menyerang kelopak daun juga batang dengan menciptakan lorong-lorong. Solusinya, perbaiki sanotasi pada rumpun pisang dan bersihkan dari sisa batang pisang yang busuk. Hama lainnya adalah nematode danulat bunga. Keduanya bisa juga diatasi dengan insektisida. Sementara itu, penyakit yang sering menyerang pisang adalah penyakit darah, panama, bintik daun, daun pucuk, layu oleh bakteri bacillus dan masih banyak lagi lainnya.

Pemanenan

Proses terakhir dalam budidaya pisang kepok sebelum dipasarkan tentunya pemanenan. Umur setahun, pisang sudah berbuah dan pemanenan biasanya ditentukan oleh umur buah dan juga bentuk buah. Daun bendera yang telah kering adalah ciri utama pemanenan bisa dimulai. Buah yang sudah cukup matang berumur antara 80 sampai 100 hari. Lokasi jual buah juga harus diperhatikan agar buah tidak busuk sebelum sampai di konsumen. Sebaiknya, buah pisang disimpan minimal 10 hari sebelum tiba di konsumen.
(sumber : khasiatbuahpisang.blogspot.com)


reff : http://sukacai.blogspot.com/2013/04/yuk-belajar-menanam-pisang-kepok.html
Category: articles
  • Bibit Alpukat/ Avokad
  • Bibit Anggur
  • Bibit Tanaman Kedondong
  • Budidaya Alpukat/ Avokad
  • Budidaya Belimbing
  • Budidaya Buah Anggur
  • Budidaya Buah Kedondong
  • Budidaya Bunga Anggrek
  • Budidaya Pala
  • Cara Memelihara dan Merawat Pohon Kedondong
  • Cara Memelihara dan Merawat Tanaman Anggur
  • Cara Memelihara Tanaman Alpukat/ Avokad
  • Cara Memelihara Tanaman Belimbing
  • Cara Mendapatkan Bibit Belimbing Unggul
  • Daerah Atau Tempat Yang Cocok Untuk Menanam Buah Anggur
  • Hama dan Penyakit Anggrek
  • Hama Dan Penyakit Tanaman Anggur
  • Hama dan Penyakit Tanaman Belimbing
  • Hama dan Penyakit Tanaman Kedondong
  • Hama Dan Penyakit Tanaman Pala
  • Hama Penyakit Tanaman Alpukat
  • Jenis Alpukat
  • Jenis-Jenis Anggrek
  • Jenis-Jenis Tanaman Anggur
  • Khasiat/ Manfaat Anggrek
  • Manfaat Belimbing Manis
  • Manfaat Buah Anggur
  • Manfaat dan Khasiat Alpukat/ Avokad untuk Kesehatan
  • Manfaat Kedondong Bagi Kesehatan
  • Manfaat Pala
  • Masa Panen Buah Anggur
  • Mutu Buah Anggur
  • Pedoman Budidaya Tanaman Anggrek
  • Postingan Pertama Budidaya Petani
  • Syarat Tumbuh Pala
  • Syarat Tumbuh Pohon Kedondong
  • Syarat Tumbuh Tanaman Alpukat/ Avokad
  • Syarat Tumbuh Tanaman Anggrek
  • Syarat Tumbuh Tanaman Belimbing
  • Syarat Tumbuh Tanaman Kedondong
  • Syarat Tumbuh Tanaman Pala
  • Teknik Menanam Buah Anggur
  • Teknik Menanam Kedondong
  • Teknik Tanam Alpukat/ Avokad


reff : http://budidaya-petani.blogspot.com/2012/10/BudidayaPetani.html
Category: articles

Thursday, December 17, 2015

Budidaya Tanaman Terong ? terong adalah termasuk dalam kelas sayur-sayuran. Biasanya terong sering dimasak oleh ibu- ibu rumah tangga untuk sajian makanan setiap harinya. Terong mudah untuk di budidayakan, baik di pekarangan ataupun didalam pot maupun polybag. Harganay yang relative murah dan mudah didaptkan dipasaran.


BUDIDAYA TANAMAN TERONG DALAM POT

Terong atau Terong (Eggplant, Solanum melongena) adalah jenis tanaman yang hidup di daerah tropis. Tanaman yang berasal dari India dan Sri Lanka ini, masih satu famili dengan tomat dan kentang. Kandungan gizi yang terdapat pada terong bisa dibilang cukup tinggi, meliputi protein, kalsium, besi, fosfor, lemak, Vitamin A, Vitamin B, dan Vitamin C. Terong sangat baik untuk dikonsumsi, karena memiliki kadar kalium yang tinggi sekitar 217 mg/100 gr. Kalium sendiri sangat penting bagi sistem saraf dan kontraksi otot. Sedang untuk kandungan serat pada terong, sekitar 2,5 gr per 100 gram, karena itu, terong sangat baik untuk pencernaan.

Terong memiliki berbagai macam jenis. Di antara jenis-jenis terong yang ditanam di Indonesia, beberapa diantaranya adalah: terong gelatik yang sering dipakai untuk lalapan, terong Medan yang memiliki buah bulat panjang berukuran mini, terong craigi dengan buah yang bulat panjang ujung meruncing, terong Jepang dengan bentuk buah bulat dan panjang silindris, terong Kopek dengan buah yang panjang, terong Bogor dengan bentuk buah bulat besar berwarna keputih-putihan, serta berbagai jenis terong yang lainnya.

Syarat Tumbuh

Terong dapat hidup dengan baik di dataran rendah maupun dataran tinggi dengan ketinggian 1-1.200 dpl dan suhu udara 22 ? 30o C. Jenis tanah yang paling baik untuk tanaman terong adalah jenis lempung berpasir dengan pH antara 6,8 ? 7,3, cukup subur, kaya akan berbagai bahan organik, dan memiliki aerasi serta drainase yang baik. Terong sangat cocok jika ditanam pada musim kemarau karena tanaman ini membutuhkan sinar matahari yang cukup.

Teknik Budidaya

1. Persemaian
Untuk memperoleh hasil yang optimal, benih terong sebaiknya berasal dari benih hibrida. Benih tersebut diperam dengan menggunakan kertas basah atau handuk lembab selama +/- 24 jam. Di saat yang sama, media semai kita persiapkan dengan cara mencampur tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 2 : 1. Media tanam hasil campuran tersebut selanjutnya dimasukkan ke dalam polybag berukuran: tinggi ? 8 cm dan diameter 5 cm.

2. Pembibitan
Seperti penjelasan di atas, pembibitan dilakukan dengan merendam benih ke dalam air hangat selama 10 -15 menit. Benih tersebut kemudian dibungkus dengan kertas basah atau handuk basah atau gulungan kain basah untuk diperam selama + 24 jam, sebelum disebar di atas lahan persemaian, dan ditutup dengan menggunakan daun pisang/ penutup lainnya. Begitu benih mulai terlihat berkecambah, buka penutupnya, dan siram persemaian setiap pagi dan sore hari. Jika dibutuhkan, pada saat pembibitan tersebut dapat pula dilakukan penyemprotan pestisida. Benih siap untuk dipindah tanamkan jika sudah memiliki daun empat helai dengan umur sekitar 1 sampai dengan 1,5 bulan.


3. Persiapan Lahan
Dalam fase persiapan lahan terdapat beberapa langkah yang harus dilakukan seperti:
a. Membalik tanah
Balikan tanah yang akan digunakan untuk media tanam dengan menggunakan cangkul atau bajak agar lapisan tanah di bagian atas pindah ke bawah dan tanah lapisan bawah pindah ke atas.
b. Setelah lapisan tanah dibalik, lahan tanam kemudian diairi dengan cara menggenangi lahan tersebut secara merata selama 3-5 jam. Agar pembuatan bedengan lebih mudah, lakukan pembajakan untuk yang kedua kalinya.
c. Setelah dibajak, berikanlah pupukdasar di atas lahan penanaman, sebanyak 15/kg pupuk kandang, dan 10 ? 15 kg dolomit sebanyak untuk setiap 10 m2 lahan tanam. Dapat pula ditambahkan pupuk urea dengan dosis 2,5 kg, SP-36 3 kg, serta KCl 1,5 kg untuk setiap 10 tanaman. Pupuk NPK juga dapat diberikan dengan dosis 3 kg/10 tanaman.
d. Setelah mencampur tanah dengan pupuk, selanjutnya dibuat bedengan?bedengan berbentuk single row (satu baris satu tanaman) dengan jarak tanam 75 cm
4. Penanaman
Buatlah lubang-lubang tanam pada bedengan sedalam 10-15 cm untuk menanam benih yang telah disemai selama 25 hari. Ciri-ciri bibit yang siap tanam adalah munculnya 3-4 lembar daun sempurna dengan ketinggian batang mencapai ? 7,5 cm. Lakukan penanaman pada sore hari setelah dilakukan penggenangan. Maksud dilakukannya penggenangan adalah untuk memudahkan pemindahan serta membantu tanaman dalam melewati masa adaptasi pertumbuhan awal.

Bibit yang telah dimasukkan ke dalam lubang selanjutnya ditekan pelan-pelan ke bawah seraya ditimbun dengan tanah yang ada di sekitar lubang sebatas pangkal batang. Siramlah lubang tanam hingga cukup basah (lembab). Agar bibit yang baru ditanam tersebut terbebas dari serangan hama, berikanlah insektisida.

5.Pemasangan Ajir(Turus)
Turus dibuat dari bambu/ kayu dengan tinggi 80-100 cm dan lebar 2-4 cm. Turus ditancapkan di dekat batang, dan batang tanaman diikat pada turus tersebut agar memiliki kekuatan saat harus menanggung beban yang berat yang berasal dari buah terong yang kelak dihasilkan. Pemasangan turus dilakukan sedini mungkin agar tidak mengganggu sistem akar pada tanaman terong.

6.Pemeliharaan
Dalam fase pemeliharaan terdapat beberapa fase dan hal yang perlu diperhatikan, seperti :
a. Penyiraman
Pada fase awal pertumbuhan dan pada cuaca kering, penyiraman harus dilakukan setiap hari, baik dengan cara menyiram batang tumbuhan maupun dengan memasukkan air ke lahan tanam selama beberapa jam. Jika memasukkan air ke lahan tanam atau direndam, tanah biasanya akan tetap basah selama 3 ? 4 hari, kecuali tanah yang strukturnya mengandung banyak pasir.
b. Penyulaman
Penyulaman dilakukan terhadap tanaman yang mati, terserang hama penyakit, atau pertumbuhannya menjadi tidak normal seperti biasanya. Untuk melakukan penyulaman bisa dilakukan sebelum tanaman berumur 15 hari.
c. Penyiangan
Untuk menghilangkan gulma atau rumput liar yang tumbuh di sekitar tanaman dapat dilakukan penyiangan dengan cara dicabut. Penyiangan dilakukan minimal dua kali, yakni ketika tanaman berumur 15 hari serta 60-75 hari setelah tanam.
d. Pemupukan
Pemberian pupuk susulan dilakukan saat tanaman berumur 21 hari setelah tanam dengan menggunakan pupuk ZA 2.5 ? 3 gram, SP-36 2.5 ? 3 gram, KCl 1-1.5 gram untuk setiap tanaman. Pupuk diletakkan di pinggir tanaman dengan jarak dari pangkal batang sejauh 10 cm. Pemberian pupuk susulan kedua dilakukan pada 50 hari setelah tanam dengan menggunakan NPK Grand S-15 dosis 8-10 gram pertanaman. Setelah panen yang kedua, pemupukan kembali dilakukan dengan masih tetap menggunakan NPK Grand S-15 dosis 10 gram pertanaman.


7. Masa Panen
Ketika umur tanaman 30 hari setelah tanam atau 15 ? 18 hari setelah munculnya bunga, tanaman terong sudah bisa dipanen untuk pertama kalinya. Ciri-ciri dari terong yang siap panen adalah:
- Memiliki warna buah mengkilat,
- Daging belum terlalu keras,
- Berukuran sedang (tidak terlalu besar dan juga tidak terlalu kecil)

Buah terong dapat dipanen seminggu dua kali, sehingga dalam satu musim total pemanenan dapat dilakukan 8 kali. Setiap tanaman biasanya berpotensi untuk menghasilkan buah sekitar 21 buah. Pasca pemanenan ke delapan terkadang masih ada tanaman yang menghasilkan buah, namun produktifitasnya mulai turun baik dari sisi kualitas maupun kuantitasnya.




reff : http://nangimam.blogspot.com/2014/06/budidaya-tanaman-terong-dalam-pot.html
Category: articles

Manfaat atau Khasiat Buah Anggur untuk Ibu Hamil - Budidaya Petani. Manfaat buah anggur bagi ibu hamil dapat membantu meringankan berbagai keluhan yang umum dialami selama kehamilan dan postpartum, termasuk retensi air, sirkulasi yang buruk di kaki, wasir, diabetes yang terjadi saat proses kehamilan. Karena keamanan biji anggur pada wanita hamil atau menyusui belum diteliti, maka harus mengambil biji anggur hanya di bawah pengawasan dokter.

Manfaat
Buah anggur bisa memberikan beberapa manfaat untuk ibu hamil karena buah anggur dapat membantu dalam mengobati insufisiensi vena kronis-sirkulasi yang buruk, wasir dan edema, yang biasanya saja terjadi selama kehamilan dan setelah proses melahirkan. Menurut University of Maryland Medical Center, ekstrak buah anggur dapat membantu mengontrol kadar gula darah. Selain itu buah anggur juga dapat mengatasi penyakit gula (diabetes) dan hipertensi yang kerap terjadi saat proses kehamilan. Buah anggur juga berfungsi untuk penurun hipertensi yang menguntungkan bagi wanita hamil. Selain itu buah anggur juga dapat berfungsi meningkatkan elastisitas kulit perut selama kehamilan dan meningkatkan sirkulasi darah untuk mengurangi pembengkakan yang berhubungan dengan kehamilan. Manfaat buah anggur lainnya adalah buah anggur dapat meringankan sembelit dan masalah pencernaan lainnya selama kehamilan.

Fungsi

Buah anggur mengandung proanthocyanidins olligomeric (OPC) yang memiliki efek antioksidan untuk mencegah retensi cairan atau edema dan insufisiensi vena kronis. Menurut University of Maryland Medical Center, buah anggur mengandung asam linoleat, flavonoid dan sejumlah besar vitamin E. konstituen dalam biji anggur tampaknya memiliki efek kardiovaskular-pelindung, pencahar dan antasida. Secara khusus, senyawa antioksidan dalam biji anggur diperkirakan mengurangi tekanan darah tinggi.

Pertimbangan
US Food and Drug Administration menyatakan bahwa sejauh ini belum diketahui apakah buah anggur dapat menimbulkan efek berbahaya bagi janin dan bayi, dan karena alasan itulah, sehingga penting untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengkonsumsi buah anggur.

Penelitian Medis
Menurut publikasi jurnal dari Fitoterapia pada tahun 1995 , juga, sebuah penelitian di Cina pada tahun 2002 menemukan bahwa buah anggur memiliki efek anti-aterosklerosis dengan menurunkan tekanan darah dan meningkatkan sirkulasi. Studi lain dari Journal of Cardiovascular Pharmacology pada tahun 2005 menemukan bahwa ekstrak biji anggur memiliki efek pengencer darah.

Bahaya
OPC dalam ekstrak buah anggur dapat meningkatkan risiko perdarahan jika memiliki hemofilia atau sedang mengkonsumsi obat-obatan "pengencer darah" atau antikoagulan seperti Coumadin.

baca juga
Budidaya Anggur
Manfaat Buah Anggur


reff : http://budidaya-petani.blogspot.com/2012/08/manfaat-khasiat-anggur-untuk-ibu-hamil.html
Category: articles

Jenis-Jenis Anggrek-Budidaya Petani. Jenis anggrek yg terdpt di Indonesia termasuk jenis yg indah antara lain:
  • Vanda tricolor terdpt di Jawa Barat & di Kaliurang,
  • Vanda hookeriana, berwarna ungu berbintik-bintik berasal dari Sumatera,
  • Anggrek Paphiopedilun praestans yg berasal dari Irian Jaya serta
  • Anggrek Paphiopedilun glaucophyllum yg berasal dari Jawa Tengah.
  • Anggrek larat/Dendrobium phalaenopis,
  • Anggrek bulan/Phalaenopsis amabilis,
  • Anggrek Apple Blossom
Tanaman anggrek berdasarkan sifat hidupnya dibedakan menjadi:
  • Anggrek tanah/anggrek Terrestris adalah jenis anggrek yg hidup di atas tanah.
  • Anggrek Ephytis adalah jenis anggrek yg menupang pada batang/pohon lain tetapi tidak merusak/merugikan yg ditumpangi. Alat yg dipakai utk menempel adalah akarnya, sedangkan akar yg fungsinya utk mencari makanan adalah akar udara.
  • Anggrek semi Ephytis adalah jenis anggrek yg menempel pada pohon/tanaman lain yg tidak merusak yg ditumpangi, hanya akar lekatnya juga berfungsi seperti akar udara yaitu utk mencari makanan utk berkembang.


reff : http://budidaya-petani.blogspot.com/2012/09/jenis-jenis-anggrek.html
Category: articles

Wednesday, December 16, 2015

Hama Penyakit Lebah - Budidaya Petani. Ada beberapa hama dan penyakit yang menyerang dalam budidaya lebah yaitu:

Penyakit Lebah
Di daerah tropis penyakit Lebah jarang terjadi dibandingkan dgn daerah sub tropis/daerah beriklim salju. Iklim tropis merupakan penghalang terjalarnya penyakit Lebah. Kelalaian kebersihan mendatangkan penyakit. Beberapa penyakit pada lebah & penyebabnya antara lain:

Foul Brood
  • Ada dua macam penyakit ini yaitu American Foul Brood disebabkan oleh Bacillus larva & European Foul Brood. Penyebab: Streptococcus pluton. Penyakit ini menyerang sisiran & tempayak lebah.
Chalk Brood
  • Penyebab: jamur Pericustis Apis. Jamur ini tumbuh pada tempayak & menutupnya hingga mati.
Stone Brood
  • Penyebab: jamur Aspergillus flavus Link ex Fr & Aspergillus fumigatus Fress. Tempayak yg diserang berubah menjadi seperti batu yg keras.
Addled Brood
  • Penyebab: telur ratu yg cacat dari dlm & kesalahan pada ratu.
Acarine
  • Penyebab: kutu Acarapis woodi Rennie yg hidup dlm batang tenggorokkan Lebah hingga lebah mengalami kesulitan terbang.
Nosema & Amoeba
  • Penyebab: Nosema Apis Zander yg hidup dlm perut Lebah & parasit Malpighamoeba mellificae Prell yg hidup dlm pembuluh malpighi Lebah dan akan menuju usus.

Hama Lebah
Hama yg sering mengganggu lebah antara lain:
  • Burung, sebagai hewan yg juga pemakan serangga menjadikan Lebah sebagai salah satu makanannya.
  • Kadal & Katak, gangguan yg ditimbulkan sama dgn yg dilakukan oleh burung.
  • Semut, membangun sarang dlm stup & merampas makanan Lebah.
  • Kupu-kupu, telur kupu-kupu yg menetas dlm sisiran menjadi ulat yg dapat merusak sisiran.
  • Tikus, merampas madu & merusak sisiran.

Pencegahan Serangan Penyakit & Hama Lebah
Upaya mencegah serangan penyakit & hama tindakan yg perlu adalah:

  • Pembersihan stup setiap hari.
  • Memperhatikan abnormalitas tempayak, sisiran & kondisi Lebah.
  • Kaki-kaki stup harus diberi air untuk mencegah serangan semut.
  • Pintu masuk dibuat seukuran Lebah. Baca selengkapnya tentang Cara Beternak/ Budidaya Lebah di >>Teknik Budidaya Lebah
Demikian Hama Penyakit Lebah, semoga bermanfaat.
http://budidaya-petani.blogspot.com/2013/03/hama-penyakit-lebah.html

Baca Juga:
Pedoman Teknis Budidaya Lebah
Manfaat Lebah
Jenis Lebah


reff : http://budidaya-petani.blogspot.com/2013/03/hama-penyakit-lebah.html
Category: articles

Budidaya Buah Semangka - Budidaya Petani. Sebelumnya telah disajikan tentang bagai mana cara budidaya anggur, Budidaya Kedondong, pala dan pada kesempatan ini akan disajikan tentang Tips Cara Budidaya Buah Semangka. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam budidaya semangka.

Syarat Tumbuh Tanaman Semangka Dalam Budidaya Semangka..

A.Media Tanam

  • Tanah yg cocok utk tanaman semangka adalah tanah porous (sarang) sehingga mudah m?buang kelebihan air, tetapi tanah yg terlalu mudah m?buang air kurang baik utk ditanami semangka.
  • Kondisi tanah yg cocok utk tanaman semangka adalah tanah yg cukup gembur, kaya bahan organik, bukan tanah asam & tanah kebun/persawahan yg tlah dikeringkan.
  • Keasaman tanah (pH) yg diperlukan antara 6-6,7. Jika pH < 5,5 (tanah asam) maka diadakan pengapuran dgn dosis disesuaikan dgn tingkat keasaman tanah tersebut.

B.Ketinggian Tempat
  • Ketinggian tempat yg ideal utk areal penanaman semangka adalah: 100-300 m dpl. Kenyataannya semangka dapat ditanam di daerah dekat pantai yg m?punyai ketinggian di bawah 100 m dpl & di atas perbukitan dgn ketinggian lebih dari 300 m dpl.
C.Iklim
  • Suhu udara yg ideal bagipertumbuhan tanaman semangka adalah suhu harian rata-rata yg b?kisar 20?30 mm.
  • Kelembaban udara cenderung rendah bila sinar matahari menyinari areal penanaman, b?arti udara kering yg miskin uap air. Kondisi demikian cocok utk pertumbuhan tanaman semangka, sebab di daerah asalnya tanaman semangka hidup di lingkungan padang pasir yg b?hawa kering. Sebaliknya, kelembaban yg terlalu tinggi akan mendorong tumbuhnya jamur perusak tanaman.
  • Secara teoritis curah hujan yg ideal utk areal penanaman semangka adalah 40-50 mm/bulan.
  • Seluruh areal pertanaman semangka perlu sinar matahari sejak terbit sampai tenggelam. Kekurangan sinar matahari menyebabkan terjadinya kemunduran waktu panen.
  • Tanaman semangka akan dapat tumbuh b?kembang serta b?buah dgn optimal pada suhu ? 25 derajat C (siang hari).
Bibit Semangka.
  • Persyaratan Benih : Pemilihan jenis benih semangka yg disemaikan adalah: Hibrida import, terutama benih jenis Triploid (non biji) yg m?punyai kulit biji yg sangat keras & jenis Haploid (b?biji).
  • Penyiapan Benih : Jenis benih Hibrida impor, terutama jenis bibit triploid setlah dipilih disiapkan alat bantu utk menyayat/merenggangkan sedikit karena tanpa direnggangkan biji tersebut sulit utk b?kecambah, alat bantu tersebut b?bentuk gunting kuku yg m?punyai bentuk segitiga panjang b?ukuran kecil & disediakan tempat kecil yg m?punyai permukaan lebar. Jenis Haploid dgn mudah disemai karena bijinya tidak keras s?hingga mudah m?belah pada waktu b?kecambah.
  • Teknik Penyemaian Benih : Teknik penyemaian benih semangka dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu :
    1. Perenggangan bibit biji semangka terlebih dahulu supaya utk m?permudah dlm proses pertumbuhannya;
    1. Perendaman biji dlm suatu satuan obat yg diramu dari bahan-bahan: 1 liter air hangat suhu 20-25 derajat C; 1 sendok teh hormon (Atornik, Menedael, Abitonik); 1 sendok peres fungisida (obat anti jamur) seperti: Difoldhan 4T, Dacosnil 75 WP, Benlate; 0,5 sendok teh peres bakterisida (Agrept 25 WP). Setlah direndam 10-30 menit, diangkat & ditiriskan sampai air tidak mengalir lagi & bibit siap dikecambahkan.
  • Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian : Kantong-kantong persemaian diletakkan b?deret agar terkena sinar matahari penuh sejak terbit hingga tenggelam. Dib?i perlindungan plastik transparan serupa rumah kaca mini & utk salah satu ujungnya terbuka dgn pinggiran yg terbuka. Pemupukan dilakukan lewat daun utk m?acu perkembangan bibit dicampur dgn obat, dilakukan rutin setiap 3 hari sekali. Pada usia 14 hari, benih-benih dipindahkan ke lapangan yg tlah matang & siap ditanami benih tersebut.
  • Pemindahan Bibit : Setlah pengecambahan dilakukan penyemaian bibit menggunakan kantong-kantong plastik b?ukuran : 12 cm x (0,2 - 0,3 )mm. Satu kantong ditanam satu benih (sudut kantong dipotong secukupnya utk pengurangan sisa air) & diisi campuran tanah dgn pupuk organik komposisi: 1 bagian tanah kebun, 1 bagian kompos/humus, 1 bagian pupuk kandang yg sudah matang. Setlah bibit b?umur 12-14 hari & tlah b?daun 2-3 helai, dipindahkan ke areal penanaman yg tlah diolah.

Teknik Menanam Semangka dalam Budidaya Semangka.
  • Penentuan Pola Tanaman : Tanaman semangka merupakan tanaman semusim dgn pola tanam monokultur.
  • Pembuatan Lubang Tanaman : Penanaman bibit semangka pada lahan lapangan, setlah persemaian b?umur 14 hari & tlah tumbuh daun ? 2-3 lembar. Sambil menunggu bibit cukup besar dilakukan pelubangan pada lahan dgn kedalaman 8-10 cm. Persiapan pelubangan lahan tanaman dilakukan 1 minggu sebelum bibit dipindah ke darat. B?jarak 20-30 cm dari tepi bendengan dgn jarak antara lubang sekitar 80-100 cm/t?gantung tebal tipisnya bedengan. Lahan t?tutup dgn plastik mulsa, maka diperlukan alat bantu dari kaleng bekas cat ukuran 1 kg yg diberi lubang-lubang disesuaikan dgn kondisi tanah bendengan yg diberi lobang.
  • Cara Penanaman : Setlah dilakukan pelubangan, areal penanaman disiram secara massal supaya tanah siap menerima penanaman bibit sampai menggenangi areal sekitar ? tinggi bedengan, & dibiarkan sampai air meresap. Sebelum batang bibit ditanam dilakukan perendaman, agar mudah pelepasan bibit menggunakan kantong plastik yg ada. Langkah imunisasi dilakukan dgn perendaman selama 5-10 menit disertai campuran larutan obat obatan. Susunan obat t?diri dari: 1 sendok teh hormon Atonik, Abitonik, dekamon, menedael, 1 sendok teh peres bakterisida tepung, 1 sendok teh peres fungisida serbuk/tepung (Berlate, dithane M-45, Daconiel). Urutan penanaman adalah sebagai b?ikut:
    1. Kantong plastik diambil hati-hati supaya akar tidak rusak.
    1. Tanam dgn tanah posisi kantong & masukkan ke lubang yg sudah disiapkan
    1. Celah-celah lubang ditutup dgn tanah yg tlah disiapkan
    1. Lubang tanaman yg t?sisa ditutup dgn tanah & disiram sedikit air agar media bibit menyatu dgn tanah disekeliling dpt b?satu tanpa t?sisa.

Cara Pengolahan Lahan Untuk Tanaman Semangka dalam Budidaya Semangka. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam Cara Pengolahan Lahan Untuk Tanaman Semangka.
  • Persiapan : Bila areal bekas kebun, perlu dib?sihkan dari tanaman terdahulu yg masih tumbuh. Bila bekas persawahan, dikeringkan dulu beb?apa hari sampai tanah itu mudah dicangkul, kemudian diteliti pH tanahnya.
  • Pembukaan Lahan : Lahan yg ditanami dilakukan pembalikan tanah utk menghancurkan tanah hingga menjadi bongkahan-bongkahan yg merata. Tunggul bekas batang/jaringan perakaran tanaman terdahulu dibuang keluar dari areal, & juga segala jenis batuan yg ada dibuang, s?hingga tidak m?pengaruhi perkembangan tanaman semangka yg akan ditanam di areal tersebut.
  • Pembentukan Bendengan : Tanaman semangka m?butuhkan bendengan supaya air yg t'kandung di dlm tanah mudah mengalir keluar melalui saluran drainase yg dibuat. Jumlah bendengan t'gantung jumlah baris tanam yg dikehendaki oleh si penanam (bentuk bendengan baris tanaman ganda, bendengan melintang pada areal penanaman). Lebar bendengan 7-8 meter, t'gantung tebal tipis & tinggi bendengan (tinggi bendengan minimum 20 cm).
  • Pengapuran : Dilakukan dgn pemb?ian jenis kapur pertanian yg me-ngandung unsur Calsium (Ca) & Magnesium (Mg) yg b?sifat menetralkan keasaman tanah & menetralkan racun dari ion logam yg terdapat didlm tanah. Dgn kapur Karbonat/kapur dolomit. Penggunaan kapur per 1000 m 2 pada pH tanah 4-5 diperlukan 150-200 kg dolomit , utk antara pH 5-6 dibutuhkan 75-150 kg dolomit & pH >6 dibutuhkan dolomit sebanyak 50 kg.
  • Pemupukan : Pupuk yg dipakai adalah pupuk organik & pupuk buatan. Pupuk kandang yg digunakan adalah pupuk kandang yg b?asal dari hewan sapi/kerbau & dipilih pupuk kandang yg sudah matang. Pupuk kandang b?guna utk m?bantu m?ulihkan kondisi tanah yg kurang subur, dgn dosis 2 kg/ bedengan. Caranya, ditaburkan disekeliling baris bendengan secara merata. Pupuk t'sebut t'diri atas:
    1. Pupuk Makro yg t'diri dari unsur Nitrogen, Phospor, Kalsium (dibuat dari pupuk ZA, TSP & KCl);
    1. Pupuk Mikro yang t'diri dari Kalsium (Ca) Magnesium (Mg) Mangaan (Mn), Besi (Fe), Belerang (S), Tembaga (Cu), Seng (Zn) Boron (Bo) & Molibden (Mo). Pupuk t'sebut, dijual dgn beb?apa merek seperti Mikroflex, Microsil dll. Penggunaannya, dicampur 1% obat anti hama penggerek batang.
  • Lain-lain : Tahap penghalusan & perataan bongkahan tanah pada sisi bendengan pada tempat penanaman semangka dilakukan dgn cangkul. Di bagian tengah, sebagai landasan buah pada bedengan, diratakan & diatas lapisan ini dib?i jerami kering utk perambatan semangka & peletakan buah. Bendengan perlu disiangi, disiram & dilapisi jerami kering setebal 2-3 cm & plastik mulsa dgn lebar plastik 110-150 cm agar menghambat penguapan air & tumbuh tanaman liar. Pemakaian plastik lebih menguntungkan karena lebih tahan lama, sampai 8-12 bulan pada areal t'buka (2 - 3 kali periode penanaman). Plastik sisa yg b?warna perak yg m?antulkan sinar matahari & secara tidak langsung m?bantu tanaman banyak mendpt sinar matahari utk pertumbuhannya.
Cara Memelihara Semangka.
  • Penjarangan & Penyulaman : Tanaman semangka yg b?umur 3-5 hari perlu diperhatikan, apabila tumbuh t?lalu lebat/tanaman mati dilakukan penyulaman/diganti dgn bibit baru yg tlah disiapkan dari bibit cadangan. Dilakukan penjarangan bila tanaman t?lalu lebat dgn m?pangkas daun & batang yg tidak diperlukan, karena menghalangi sinar matahari yg m?bantu perkembangan tanaman.
  • Penyiangan : Tanaman semangka cukup m?punyai dua buah saja, dgn pengaturan cabang primer yg cenderung banyak. Dipelihara 2-3 cabang tanpa m?otong ranting sekunder. Perlu penyiangan pada ranting yg tidak b?guna, ujung.cabang sekunder dipangkas & disisakan 2 helai daun. Cabang sekunder yg tumbuh pada ruas yg ada buah ditebang karena mengganggu pertumbuhan buah. Pengaturan cabang utama & cabang primer agar semua daun pada tiap cabang tidak saling menutupi, s?hingga pembagian sinar merata, yg m?pengaruhi pertumbuhan baik pohon/buahnya.
  • Pembubunan : Lahan penanaman semangka dilakukan pembubunan tanah agar akar menyerap makanan secara maksimal & dilakukan setlah beb?apa hari penanaman.
  • Perempalan : Dilakukan melalui penyortiran & pengambilan tunas-tunas muda yg tidak b?guna karena m?pengaruhi pertumbuhan pohon/buah semangka yg sedang b?kembang. Perempelan dilakukan utk mengurangi tanaman yg t?lalu lebat akibat banyak tunas-tunas muda yg kurang b?manfaat.
  • Pemupukan : Pemb?ian pupuk organik pada saat sebelum tanam tidak akan semuanya t?serap, maka dilakukan pemupukan susulan yg disesuaikan dgn fase pertumbuhan. Pada pertumbuhan vegetative diperlukan pupuk daun (Topsil D), pada fase pembentukan buah & pemasakan diperlukan pemupukan Topsis B utk m?perbaiki kualitas buah yg dihasilkan. Pemb?ian pupuk daun dicampur dgn insekstisida & fungisida yg disemprotkan b?samaan secara rutin. Adapun penyemprotan dilakukan sebagai b?ikut:
    1. Pupuk daun dib?ikan pada saat 7, 14, 21, 28 & 35 hari setlah tanam;
    1. Pupuk buah dib?ikan pada saat 45 & 55 hari setlah tanam;
    1. ZA & NPK (perbandingan 1:1) dilakukan 21 hari setlah tanam sebanyak 300 ml, 25 hari setlah tanam sebanyak 400 ml & 55 hari setlah tanam sebanyak 400 ml.
  • Pengairan & Penyiraman : Sistim irigasi yg digunakan sistem Farrow Irrigation: air dialirkan melalui saluran diantara bedengan, frekuensi pemberian air pada musim kemarau 4-6 hari dgn volume pengairan tidak b?lebihan. Bila dgn pompa air sumur (diesel air) penyiraman dilakukan dgn bantuan slang plastik yg cukup besar s?hingga lebih cepat. Tanaman semangka m?erlukan air secara terus menerus & tidak
    kekurangan air.
  • Waktu Penyemprotan Pestisida : Selain pupuk daun, insktisida & fungisida, ada obat lain yaitu ZPZ (zat perangsang tumbuhan); bahan perata & perekat pupuk makro (Pm) b?bentuk cairan. Dosis ZPT: 7,5 cc, Agristik: 7,5 cc & Metalik (Pm): 10 cc utk setiap 14-17 litter pelarut. Penyemprotan campuran obat dilakukan setlah tanaman b?usia >20 hari di lahan. Selanjutnya dilakukan tiap 5 hari sekali hingga umur 70 hari. Penyemprotan dilakukan dgn sprayer utk areal yg tidak t?lalu luas & menggunakan mesin b?tenaga diesel bila luas lahan ribuan hektar. Penyemprotan dilakukan pagi & sore hari t?gantung kebutuhan & kondisi cuaca.
  • Pemeliharaan Lain : Seleksi calon buah merupakan pekerjaan yg penting utk m?peroleh kualitas yg baik (berat buah cukup besar, t?letak antara 1,0-1,5 m dari perakaran tanaman), calon buah yg dekat dgn perakaran b?ukuran kecil karena umur tanaman relatif muda (ukuran sebesar telur ayam dlm bentuk yg baik & tidak cacat). Setiap tanaman diperlukan calon buah 1-2 buah, sisanya di pangkas. Setiap calon buah ? 2 kg sering dibalik guna menghindari warna yg kurang baik akibat ketidak-merataan t?kena sinar matahari, s?hingga warna kurang menarik & menurunkan harga jual buah itu sendiri.
Demikian artikel ttg Budidaya Buah Semangka, semoga bermanfaat
http://budidaya-petani.blogspot.com/2012/12/budidaya-semangka.html

Baca juga tentang Budidaya Bunga Dahlia melalui link di bawah ini
Budidaya Bunga Dahlia.

reff : http://budidaya-petani.blogspot.com/2012/12/budidaya-semangka.html
Category: articles